Tahun Ini, Siswa SMK Belajar 4 Tahun

0
1444
KERAJINAN TANGAN: Siswa SMK Perkapalan Hangtuah Tanjunguban menunjukkan hasil kerajinan tangannya. F-dok/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Tahun ajaran 2017-2018, siswa SMK akan belajar 4 tahun baru dinyatakan tamat. Namun, tak semua SMK di Kepri menerapkannya.

Kabid SMK Dinas Pendidikan Pemprov Kepri, DR Dali mengatakan, Kementerian Pendidikan RI menawarkannya ke beberapa sekolah.

”Rata-rata kabupaten/kota di Kepri ditawarkan. Sekolah mana yang sanggup, bisa menerapkannya. Namun, tidak semua SMK,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos saat dihubungi via ponselnya, Selasa (21/3).

Sekolah mana saja yang ditawarkan menerapkan ini di Kepri, Dali belum bisa memberikan datanya.

”Nanti ya kalau sudah pasti,” singkatnya.

Kepala SMKN 2 Tanjungpinang, Delisbeth mengatakan, spektrum tersebut sudah berkali-kali masuk ke sekolah yang dibinanya.

”Iya, wacana Kementerian Pendidikan seperti itu. Lulusan SMK tidak 3 tahun lagi melainkan 4 tahun baru bisa lulus,” kata Delisbeth, kemarin.

Hanya saja, tidak semua jurusan SMK mendapatkan tambahan porsi pendidikan tersebut. Delisbeth mengatakan, untuk sekolah yang dimintanya, spektrum pusat hanya menunjuk dua jurusan yang mendapat tambahan porsi lebih.

”Jurusan yang ditunjuk ke kami itu yakni Spa And Beauty dan Desain and Fashion. Lamanya nanti pas dipraktik, supaya lulusan kita lebih kredible dan berkualitas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Agustus, Waduk Sei Gong Mulai Digenangi

Untuk tenaga pendidik, Delisbeth mengaku saat ini kesiapan tenaga pendidik untuk dua jurusan yang mendapat porsi lebih tersebut sudah tersedia dengan baik dan mumpuni. Hanya saja terkendala dengan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.

”SMA dan SMK baru bergabung dengan provinsi kan. Itu juga menjadi kendala karena tentu perlu penyesuaian terlebih dahulu. Kalau tenaga pengajar kami sudah jauh hari menyiapkannya,” beber mantan Kepala SMKN 1 Tanjungpinang ini.

Target pelaksanaan spektrum pusat ini diakuinya akan dijalankan pada tahun pelajaran yang akan datang. Hal ini sekaligus menyatakan bahwa lulusan perdana dua jurusan istimewa tersebut akan terjadi 4 tahun kemudian.

”Kami targetkan Insya Allah tahun ajaran baru ini dengan catatan sarana dan prasarana sudah masuk kategori cukup untuk menjalankan amanah pusat,” paparnya.

Kepala sekolah yang membina 571 pelajar ini juga mengaku sudah disepakati dalam rakor dan diskusi panel tanggal 13-15 Maret silam.

Baca Juga :  Penjual Sate Tewas Tertabrak Truk

Tahun lalu, pejabat tinggi negara-negara Asia Tenggara untuk pendidikan teknik kejuruan dan pelatihan telah mengadakan pertemuan di Denpasar, Bali dan sepakat akan meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan vokasi, salah satunya melalui program pertukaran pelajar SMK.

Seperti dikutip dari situs resmi Kemedikbud, Direktur Pembinaan SMK, Mustaghfirin Amin, mengatakan, penambahan waktu belajar selama setahun itu dapat meningkatkan kualitas kompetensi serta keterampilan yang dimiliki pelajar SMK sebagai tenaga terampil.

Selain itu juga bisa menjembatani atau memfasilitasi pelajar yang berada di daerah agar tidak perlu pergi jauh ke kota besar untuk melanjutkan pendidikan ke politeknik, karena SMK yang memiliki program belajar empat tahun akan tersebar di berbagai daerah.

Saat ini, beberapa daerah yang sudah memiliki SMK dengan program belajar empat tahun antara lain Makassar, Pontianak, Yogyakarta, Semarang, Bandung, dan Jakarta.

”Kemristekdikti juga sudah mengakui itu (tahun ke empat di SMK) sebagai pembelajaran di pendidikan tinggi untuk semester satu dan dua,” kata Mustaghfirin.

Baca Juga :  Singapura Perluas Kerja Sama

Dalam pembelajaran di tahun ke empat, siswa tidak perlu mempelajari mata pelajaran lain kecuali pelajaran-pelajaran yang sesuai dengan kejuruan atau keahliannya.

Program keahlian atau kejuruan yang banyak menerapkan program belajar empat tahun di SMK memang kebanyakan jurusan teknik, seperti teknologi, pertanian, kelautan, dan kesehatan.

Model pembelajarannya juga tergantung jurusan dan program keahlian. Setelah lulus, siswa akan mendapat sertifikat serta kompetensi keahlian yang bisa dipakai sebagai nilai tambah dalam mendapatkan pekerjaan, terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Program SMK empat tahun ini juga bisa dimanfaatkan dunia industri atau perusahaan sebagai peluang untuk merekrut calon pekerja.

Di tahun keempat, misalnya, siswa bisa praktik atau magang di industri hingga 10 bulan. Dengan begitu, siswa akan lebih berpeluang untuk memperkuat praktik di dunia kerja atau industri sekaligus meningkatkan kompetensi saat lulus nanti. (mas/cr33)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here