Tak Ada Esai Saat Ujian Nasional

0
715
WAKIL Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga saat melihat persiapan SMA Muhammadiyah menghadapi UN, tahun lalu.f-martunas/tanjungpinang pos

Soal esai tidak ada saat Ujian Nasional (UN) baik itu Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) tahun 2018 ini. Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa akan ada soal esai di UN tahun ini.

TANJUNGPINANG – KEPALA Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Drs Atmadinata M.PD mengatakan, soal esai hanya ada saat USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional).

”Tidak ada soal esai untuk Ujian Nasional baik UNBK maupun non UNBK. Soal esai untuk USBN saja dan jumlahnya lima soal,” ujar Atmadinata kepada Tanjungpinang Pos via ponselnya, Minggu (18/2).

Ia mengatakan, tahun ini ada 62 SMA negeri dan swasta serta 57 SMK negeri dan swasta yang akan mengikuti UNBK-UNKP termasuk USBN di Kepri.

Adapun mata pelajaran UNBK-UNKP adalah empat yakni, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan satu mata pelajaran jurusan. Sedangkan mata pelajaran untuk USBN ada 9 bagi sekolah yang menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006 dan 10 mata pelajaran bagi sekolah yang menerapkan Kurikulum Tahun 2013 (K-13).

Jumlah soal untuk UNBK-UNKP sama seperti sebelumnya yakni 50 soal untuk mata pelajaran noneksak dan 40 soal untuk mata pelajaran eksak. Soal untuk UNBK-UNKP disusun tim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Baca Juga :  Makalah Guru Tanjungpinang Terbaik 20 Nasional

Atmadinata menambahkan, yang menyusun soal UNBK-UNKP 100 persen pihak Kemendikbud RI. Beda dengan soal USBN, yang menyusunnya adalah Kemendikbud dan daerah dengan persentase berbeda-beda. ”Soal UNBK-UNKP seluruhnya disusun tim dari pusat. Sedangkan untuk soal USBN, ada dua porsi. Jika pusat 20 persen, maka daerah 80 persen. Jika pusat 25 persen, maka daerah menyiapkan 75 persen,” ungkapnya lagi.

Untuk daerah, soal USBN disusun oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Sehingga, soal USBN masing-masing kabupaten/kota tidak sama karena di masing-masing daerah ada MGMP yang menyusun soal tersebut.

Soal kedatangan soal UNBK-UNKP, Atmadinata mengatakan, biasanya soal dikirim pihak Kemendikbud ke daerah tiga minggu sebelum ujian diselenggarakan.

Soal tersebut dikirim ke Pemprov Kepri dan disimpan di Ibu Kota Provinsi Kepri yakni di Dompak, Tanjungpinang. Selanjutnya, soal-soal ini akan dikirim ke daerah sesuai kondisi geografis dan jarak tempuhnya.

Untuk Kepri, pengiriman soal UNBK-UNKP tidak sama lantaran jaraknya berbeda-beda dan tantangan geografisnya juga berbeda. Khusus untuk Tanjungpinang, Batam dan Bintan, soal akan dikirim H-2.

Baca Juga :  Keluarga SMPN 5 Tanam Pohon

”Karena jaraknya dekat. Untuk Tanjungpinang dan Bintan misalnya, kita masih satu daratan. Untuk Batam, tiap hari ada kapal ke sana. Jadi tak perlu khawatir soal ujian tak sampai tepat waktu,” jelasnya lagi.

Untuk Karimun dan Lingga, transportasi tetap ada tiap hari. Meski demikian, jaraknya lebih jauh dibandingkan Batam, Bintan dan Tanjungpinang. Untuk itu, akan dipercepat juga pengiriman ke daerah ini.

Dan yang paling cepat dikirim nanti adalah ke Natuna, Anambas dan Tambelan. Tiga daerah ini tidak disinggahi kapal tiap hari. Kadang, soal sudah dikirim H-12 atau H-13. Itu karena jarak tempuhnya yang jauh. Malah pihak Disdik Kepri pernah mengirim soal UN ke Tambelan melalui kapal ikan karena saat itu, kapal yang biasanya ke sana sedang rusak dan harus diperbaiki.

Tahun ini, diharapkan tidak ada lagi kejadian seperti itu demi kelancaran Ujian Nasional di Kepri ini. Ia menambahkan, khusus untuk Natuna dan Anambas, soal ujian juga akan dipercepat dikirim nanti. Sebab, soal-soal ini masih harus dikirim lagi ke sekolah-sekolah yang lokasinya di pulau-pulau dan jauh dari ibu kota. ”Soal tak bisa hanya sampai di ibu kota saja, karena banyak sekolah di Midai, Serasan, Subis, Bunguran dan daerah lainnya yang harus mendapatkan soal itu. Makanya kita akan kirim soalnya lebih cepat,” tambahnya.

Baca Juga :  Jelang UN, Siswa SMP Tryout

Adapun rencana jadwal ujian dari Puspendik Kemendikbud yakni, USBN SMK pada 12-14 Maret, USBN SMA pada 19-22 Maret dan USBN SMP pada 7-9 Mei. Jadwal Ujian Nasional baik UNBK-UNKP, untuk SMK pada 2-5 April, SMA pada 8-11 April, SMP pada 23-26 April, Paket B dan C pada 4-7 Mei.

UNBK susulan SMK pada Selasa, 17 April untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Rabu, 18 April untuk Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan. Ujian susulan hanya dua hari. Jadwal UNBK susulan SMA/MA, Selasa, 17 April untuk Bahasa Indonesia dan Matematika. Rabu, 18 April untuk Bahasa Inggris satu mata pelajaran yang diujikan. UN susulan juga dua hari. UNBK SMA/MA Senin, 9 April Bahasa Indonesia, Selasa, 10 April Matematika, Rabu, 11 April Bahasa Inggris.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here