Tak Ada Surat Jalan, Tanker Diamankan

0
1013
PETUGAS memeriksa tanker MT Bintang berbendera Malabo di dermaga Fasharkan TNI AL Tanjunguban, Jumat (6/4). Tanker ini diamankan di perairan Tanjunguban Bintan.f-istimewa/humas lantamal iv tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Tidak miliki Surat Persetujuan Berlayar (SPB), tanker MT Bintang ditangkap tim gabungan Western Fleet Quick Response (WFQR) pangkalan utama angkatan laut (Lantamala) IV Tanjungpinang dan pangkalan angkatan laut (Lanal) Batam di perairan Tanjunguban.

Kapal diperiksa ketika akan melakukan pelayaran di koordinat 01° 04′ 845 “lintang Utara dan 104 ° 11′ 927” bujur atau di sekitar perairan Tanjunguban, Selat Riau. Dalam proses pemeriksaan ditemukan dugaan pelanggaran bahwa kapal tersebut tidak dilengkapi dengan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Syahbandar.

Danlantamal IV, Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno melalui Asop Lantamal IV Kolonel Laut (P) Edward H. Sibuea mengatakan, indikasi pertama kapal tanker ini bermula dari kecurigaan petugas atas kapal yang berlayar tanpa menggunakan nama kapal. ”Benar, setelah kita periksa kapal tidak menggunakan surat persetujuan berlayar,” katanya, Jumat (6/4).

Baca Juga :  Jembatan Babin Bakal Lahirkan Kekuatan Ekonomi Baru

Edward menyebutkan, Rabu (4/4) sekitar pukul 20.00, tim menerima perintah terkait adanya kapal tanker yang berlayar tanpa nama di malam hari. Setelah dilakukan pemeriksaan kapal ini baru diketahui MT Bintang.  ”SPB itu persyaratan mutlak untuk kapal berlayar namun tidak ditemukan di atas kapal,” sebutnya.

Ia melanjutkan, setelah dilakukan pengecekan fisik kapal MT Bintang merupakan kapal eks MT Prosper. Hal ini dapat terlihat dari beberapa bagian kapal yang nampak berbeda diantaranya nomor IMO yang berada di anjungan tidak terdaftar dan dokumen yang berbendera Malabo ini tidak sesuai. Hal ini patut diduga adanya pemalsuan dokumen kapal.

Baca Juga :  Gubernur Dianugerahi Santri of the Year

Selain itu hasil pemeriksaan awal kapal yang berbobot 792 GT tersebut diguda akan berlayar menuju perairan Outer Port Limit (OPL). ”Berdasarkan hasil temuan tersebut, nakhoda kapal dengan awak 12 orang hingga saat ini masih diamankan di dermaga Fasharkan TNI AL Tanjunguban,” ujarnya.

Danlanal Batam Kolonel Laut Iwan Setiawan menjelaskan, dalam penangkapan kapal MT Bintang dipimpin langsung Asops dan Asintel Danlantamal IV Tanjungpinang untuk target penyekatan di Tanjunguban. Sedangkan Komandan Lanal Batam untuk target penyekatan di Perairan Punggur, Batam.

Selain itu, mereka mendapatkan informasi bahwa kapal ini akan bergerak atau berlayar ke OPL. ”Maka kita melakukan pengintaian dan setelah bergerak kita memeriksa kelengkapan kapal,” jelasnya.

”Maka kita membagi sektor dalam mengawasi kapal dari Lanal Batam dan Lantamal IV, begitu kapal bergerak berlayar maka kami melakukan penyekatan,” tambahnyanya.

Baca Juga :  Rida Minta Wagub Jangan Lupakan Budaya

Iwan menyebutkan, setalah kejadian ini pihaknya sudah diarahkan panglima armada dan Danlantamal IV untuk kapal yang berjenis seperti ini agar diperiksa. ”Tidak menutup kemungkinan kapal seperti ini banyak dijumpai di Kepri,” sebutnya.

Iwan menjelaskan, dari pengakuannya kapal ini akan dibawa ke Jakarta namun kita mencurigai ini jaringan yang menjual minyak di perairan OPL. ”Kami yakin ini kapal akan digunakan untuk kegiatan ilegal. Kita akan kembangkan dan memperketat perairan Kepri,” pungkasnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here