Tak Lulus Tes, Guru PTT Protes ke Disdik

0
999
Teddy Jun Askara

DOMPAK – Komisi IV DPRD Kepri memanggil jajaran pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri untuk meminta penjelasan terkait status Surat Keputusan (SK) Gubernur terkait guru honor swasta, termasuk gaji serta tunjangan yang dinilai menimbulkan masalah baru pascapelimpahan wewenang dari kabupaten/kota ke provinsi.

Selain itu, para guru Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang tidak lulus tes yang dilakukan Dinas Pendidikan Pemprov Kepri protes ke dewan saat reses. Karena itu, Disdik dipanggil hearing, kemarin.

”Kita memanggil mereka untuk mengevaluasi sekaligus meminta untuk menjelaskan persoalannya seperti apa,” terang Ketua Komisi IV DPRD Kepri Teddy Jun Askara (TJA) kepada Tanjungpinang Pos, usai menggelar rapat tertutup di ruang rapat Komisi IV.

Lebih lanjut TJA menyampaikan, menyangkut prioritas guru-guru SMA sederajat di sekolah swasta yang saat ini, tidak diakomodir Disdik, hal itu karena minimnya anggaran serta kebijakan yang mengatur.

Baca Juga :  Agustus, Waduk Sei Gong Mulai Digenangi

Sehingga setelah menggelar rapat dengan Disdik tersebut, TJA mendapat kepastian bahwa untuk guru-guru swasta tahun 2018 baru akan diakomodir bahkan akan dianggarkan Pemprov.

Pertemuan tertutup itu berlangsung sekitar lebih kurang satu jam. Arifin Nasir Kadisdik Kepri didampingi Admadinata, Juritno serta pejabat Disdik lainnya, turut hadir dalam rapat yang dipimpin TJA tersebut.

Sedangkan dari perwakilan anggota Komisi IV, terlihat ada Dewi Kumalasari Ansar, Yuniarni Pustoko Weni, Susilawati, Hanafi Ekra serta beberapa anggota DPRD Kepri lainnya.

Kadisdik Kepri Arifin Nasir, menyampaikan memang pasca pengumuman hasil seleksi guru-guru honor SMA sederajat dari kabupaten/kota ke Provinsi Kepri menimbulkan konflik internal.

Hanya saja, riak-riak itu tidak membuat sistem terganggu bahkan merevisi keputusan yang sudah diputuskan Disdik Kepri.

Baca Juga :  Jangan Ada Titipan Saat Open Bidding

Sebanyak 749 orang lulus sebagai tenaga pendidik. Sedangkan tenaga kependidikan 752 orang lulus serta tenaga terapis 11 orang. Yang tak lulus sekitar 120 orang yang didominasi Batam dan Bintan.

”Kan yang kita terima yang layak. Seleksi ini kan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di Kepri. Yang tidak layak bagaimana kita mau terima,” terang mantan Kadis Kebudayaan Kepri tersebut.

Menurut Arifin yang layak menurut Disdik, mereka yang lolos verifikasi seyogyanya harus S-I kependidikan, punya Akta IV atau sertifikat, serta guru tersebut mengajar linier.
Yang dimaksud linier adalah, seorang guru lulusan teknik, tapi malah mengajar Bahasa Indonesia.

”Itu pasti tidak lulus,” tegas Arifin.

Baca Juga :  Trafficking dan KDRT Mendominasi

Seleksi oleh tim Pansel termasuk sesi wawancara tatap muka dengan masing-masing guru tersebut di kabupaten kota belum lama ini.

Wawancara ini salah satu yang menentukan kelulusan. Hanya saja, dia menyampaikan seleksi wawancara tersebut hanya sebatas tim Disdik mengetahui sejauh mana kriteria mereka mengajar selama ini.

Jadi kalau masih yang protes masalah kesejahteraannya, tentu tidak ada yang bisa memenuhi semua pihak.

”Kan sesuai kemampuan daerah. Tapi tetap kita berikan, provinsi dua tahun terakhir defisit besar. Nanti begini, kalau misalnya belanja langsung lebih besar dari belanja tidak langsung jadi temuan,” bebernya. (ais)  

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here