Tanjungpinang Belum Full Day School

0
750
SISWA SDIT As-Sakinah 1 Batu 9 Tanjungpinang saat bermain di kelas ketika jam istirahat, belum lama ini.F-martunas/tanjungpinang pos

Siswa SD dan SMP khususnya negeri di Tanjungpinang belum bisa menerapkan sekolah lima hari atau full day school.

TANJUNGPINANG – KEPALA Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Dadang AG mengatakan, sebagian SMP di Tanjungpinang sebenarnya sudah bisa mengikuti full day school.

”Namun tidak kita tetapkan karena SD belum bisa mengikuti full day school. Jadi memang belum kita terapkan full day school untuk SMP dan SD. Kan tak baguslah hanya SD yang tidak full day school nanti,” ujar Dadang via ponselnya, Senin (8/1).

Tahun ini, SMA/SMK/MA/MAN di Tanjungpinang rencananya akan mengikuti full day school. Meski sebatas ujicoba dulu, namun setidaknya sudah dimulai.

Baca Juga :  Sekolah Swasta Diharapkan Bentuk Wadah Persatuan

Dadang mengatakan, masih banyak sekolah di Tanjungpinang khususnya di Kecamatan Tanjungpinang Timur yang masuk dua hingga tiga shift. Hal itu dikarenakan kekurangan ruang belajar. Untuk Tanjungpinang Timur, saat ini ada 20 unit SD baik negeri dan swasta.

Namun, mengingat jumlah penduduk terus berkembang di Tanjungpinang Timur ini, maka kekurangan SD tetap terjadi. ”Setidaknya 24-25 unit SD diperlukan. Jadi masih kurang 4-5 unit lagi untuk SD khusus di Tanjungpinang Timur ini,” tambahnya.

Karena itulah, dirinya kerja sama dengan pihak Kelurahan Pinang Kencana turun ke lapangan, Senin (8/1) kemarin untuk meninjau lahan yang bisa digunakan untuk pembangunan SD. ”Saya lagi di Air Raja ini bersama pak lurah. Ada lahan fasilitas umum yang kita tinjau. Mudah-mudahan bisa kita gunakan untuk pembangunan SD,” bebernya.

Baca Juga :  Seluruh Sekolah Kekurangan Guru

Lahan yang ditinjau Dadang kemarin luasnya sekitar setengah hektare atau sekitar 5.000 meter persegi. Sudah cocok untuk membangun SD. ”Kalau untuk membangun SD, lahan seluas 3.000 meter persegi sudah cukup. Kita pun berterimakasih juga kepada pak lurah mau mencari lahan seperti ini,” ungkapnya.

Ditambahkannya, apabila lahan tersebut nanti bisa digunakan untuk pembangunan sekolah, maka dirinya akan mengajukan anggarannya ke pusat. APBD Pemko Tanjungpinang, kata Dadang, tak mencukupi untuk membangun sekolah baru. Apalagi banyak sekolah di Ibu Kota Provinsi Kepri ini yang akan dibenahi.

Baca Juga :  Pelajar Diminta Harumkan Nama Kepri di Popnas

Dadang mengatakan, apabila lahan itu sudah disetujui untuk pembangunan sekolah, maka mereka harus melengkapi surat-surat dan administrasinya. Sehingga lahan itu tidak masalah. APBN pun bisa dikucurkan untuk membangun sekolah itu.

Untuk Tanjungpinang, daerah Kecamatan Tanjungpinang Timur menjadi pengembangan perumahan karena lahannya masih ada. Hal ini juga yang membuat Tanjungpinang Timur makin padat.

Dadang mengakui, pertumbuhan penduduk di Kecamatan Tanjungpinang Timur sangat pesat. Hal ini membuat gedung sekolah harus dibangun.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here