Tanjungpinang Didorong Full Day School

0
551
DARI kanan, Anggota DPRD Tanjungpinang, H Ilimar, Maskur Tilawahyu saat berbincang dengan Kepsek SMPN 1 Tanjungpinang, Tri dan guru lainnya.f-DESI LIZA PURBA/TANJUNGPINANG POS

Tanjungpinang – ANGGOTA Komisi I DPRD Tanjungpinang, Simon Awantoko mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang menerapkan full day school (FDS) untuk tingkat SD dan SMP di Tanjungpinang.

Menyusul kebijakan SMA sederajat, yang berlaku sejak awal Januari ini. Tentu untuk menerapkan itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan Pemko. Terutama, ketersediaan ruang kelas dan fasilitas pendukung lainnya.

”Taman, kantin, Perpustakaan serta lainnya harus dilengkapi memang. Jadi siswa nyaman berada di sekolah sekitar delapan jam,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Terkait hal ini, Kadisdik Tanjungpinang, HZ Dadang AG menuturkan, ada rencana akan menerapkan FDS atau pemadatan pembelajaran Senin sampai Jumat. Dari yang sekarang masih menerapkan Senin hingga Sabtu.

Untuk menerapkan ini, masih perlu kajian dan mempersiapkan kekurangan Ruang Kelas Belajar (RKB). Terutama untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) sedangkan untuk SMP, mayoritas sudah dapat diterapkan.

Baca Juga :  Dana Bos Bukan untuk Beli LKS!

”Untuk SMP, mayoritas sekolah sudah bisa terapkan. Pembangunan kekurangan RKB sudah mulai pembangunanya sejak tahun lalu,” tuturnya.

Tahun lalu, Pemko mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan rehabilitasi RKB di beberapa sekolah. Dana itu, ada yang bersumber dari anggaran pendapatan Pemko Tanjungpinang dan DAK dari pusat.

Terkait jumlahnya ia mengaku tak menghafal jelas. Hanya saja, dipastikan kekurangan ruangan kelas di SMPN 7 dan SMPN 12 selesai. Sehingga, jika tingkat SMP akan menerapkan FDS sudah bisa secara serentak.

Pemko belum mau gegabah menerapkan untuk SMP. Masih akan melakukan kajian, seperti apa plus dan minusnya penerapan tersebut dengan menjaring aspirasi siswa dan orang tua nantinya.

”Kami masih akan lakukan kajian, tetapi akan mengarah kesana seperti arahan dalam Rapat Kerja Nasional kepala dinas pendidikan se Indonesia, kemarin,” terangnya.

Baca Juga :  Pemprov Bantu SMAI Hidayatullah

Sedangkan untuk tingkat SD kemungkinan akan diterapkan, tetapi secara bertahap. Artinya tidak seluruh sekolah nantinya menerapkan, sesuai dengan sarana yang tersedia.

Kebanyakan sekolah tingkat SD masih menerapkan double shift karena kekurangan RKB. Jika akan diterapkan, maka secara bertahap karena perlu penambahan RKB di beberapa sekolah. Ini tidak bisa diselesaikan dalam satu kali anggaran.

”Tahun ini ada anggaran perbaikan dan penambahan RKB untuk SD, tetapi belum tahun jumlah pastinya,” paparnya.

Ia hanya memastikan yang jelas tidak akan terburu-buru. Semua akan dikaji lebih dulu dari kesiapannya. Dalam penerapannya, belum bisa dipastikan merata atau ujicoba terlebih dahulu di beberapa sekolah. Hanya Pemko Tanjungpinang memiliki rencana penerapan itu.

Dadang menuturkan, wacana pemadatan jam pelajaran pada lima hari, Senin-Jumat berdampak pada durasi jam untuk siswa dan guru. Ini juga perlu melakukan kajian.

Baca Juga :  Orangtua Perlu Pantau Aktivitas Anak di Luar Rumah

Penerapan ini, sesuai dengan wacana pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Alasannya agar anak tidak sendiri ketika orang tua mereka masih bekerja. Dengan sistem FDS, secara perlahan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak menjadi liar di luar sekolah ketika orang tua masih belum pulang dari kerja.

Menurut dia, jika anak-anak tetap berada di sekolah, maka banyak hal masih dapat dilakukan. Diantaranya bisa menyelesaikan tugas-tugas, mengaji untuk agama Islam dan ektrakulikuler sekolah sampai dijemput.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here