Tanjungsauh, KEK Perdana Batam

0
619

Tanjungsauh akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pertama di Batam. Rencananya, Juni atau Juli nanti sudah ditetapkan. Pengusaha Kepri akan terlibat di dalamnya untuk membangun kawasan itu.

BATAM – Pengusaha Batam yang akan terlibat dalam pengelolaan Tanjungsauh adalah Johannes Kennedy Aritonang melalui perusahaannya Panbil Group. Johannes mengatakan, rencana penetapan KEK Tanjungsauh sudah di depan mata. Ini menjadi KEK pertama di Batam dan kedua di Kepri setelah penetapan Galang Batang Bintan menjadi KEK melalui Peraturan Pemerintah (PP).

Terbaru, kata Johannes, beberapa hari lalu mereka baru melakukan pertemuan dengan pejabat pusat yakni di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian. Pada prinsipnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution sudah menyetujui Tanjungsauh menjadi KEK di Batam. Hanya saja, masih ada kelengkapan administrasi yang kurang.

”Pengesahan kawasan KEK Tanjungsauh yang pertama. Secara prinsip Kemenko dengan Pak Wako, Pak Lukita, Pak Gubernur, sudah setuju. Tapi harus ada kelengkapan administrasi. Jadi itu diharapkan KEK pertama,” kata John, panggilan Johannes Kennedy, Rabu (18/4).

Baca Juga :  Bantu Percepat Pembangunan, Kodim Bintan Perkuat Sinergitas

Menurut John, Tanjungsauh paling dekat untuk ditetapkan sebagai kawasan KEK karena dokumen yang diajukan sudah dibahas. Sementara KEK di Nongsa baru pengajuan. ”Paling maju Tanjungsauh. Dokumen sudah dibahas dan tahap proses. Nongsa baru pengajuan,” katanya beralasan.

Terkait kekurangan dokumen itu, John mengaku masih menunggu hasil telaah dari Kemenko. Namun ia membeberkan jika nanti di Tanjungsauh akan ada tiga kegiatan. ”Ada tim menelaah. Apa yang kurang, akan disampaikan. Nantinya setelah disahkan, kegiatan dimulai. Ada kegiatan kontainer port atau peti kemas, Jembatan (Babin) dan kawasan industri,” bebernya.

Untuk mendukung percepatan realisasi, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemprov Kepri, BP Batam, Pelindo dan Panbil Group sangat penting. Dan itu sudah dilakukan sebelumnya. ”Sebagai syarat mengajukan pelabuhan konteiner atau peti kemas,” jelas John.

Sementara untuk industri, saat ini akan ada yang masuk ke Tanjungsauh. Namun tidak disebutkan John perusahaan dan bidang industri dimaksud. ”Industri yang akan mengisi kawasan industri di sana, ada dari Jepang, Cina dan Korea. Mereka tinggal menunggu KEK disahkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kepri No.3 Paling Rawan di Indonesia

Selain itu, pihaknya juga masih menunggu peraturan Presiden (Perpres) untuk penugasan ke Pelindo. Pelindo disebutkan wajib dilibatkan dalam Pelabuhan Tanjungsauh. ”Kami mengajukan Perpres untuk penugasan ke Pelindo. Itu masih kita tunggu, karena harus melibatkan Pelindo di semua pelabuhan. Pelindo sebagai regulator, Panbil membangun dan yang mengoperasikan ada lagi,” bebernya.

Jika Tanjungsauh disahkan dulu, maka itu yang kedua di Kepri setelah Galang-Batang, Bintan. Ditargetkan, Tanjungsauh sebagai KEK, sudah diputuskan sebelum Juli 2018. ”Mudah-mudahan sebelum Juli sudah bisa dikeluarkan. Tanjungsauh lebih maju,” ujar John.

Minggu lalu saat ke Batam, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjanjikan, satu KEK di Batam, dijanjikan diresmikan Juli 2018. Darmin belum mengungkapkan, daerah KEK pertama di Batam akan diresmikan pada Juli mendatang. ”Kita lihat saja nanti, tapi maksimal 3 bulan lagi zona KEK pertama di Batam sudah mulai diresmikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Panglima akan Kembali Berkunjung ke Natuna

Diakuinya, pihaknya mencari jalan paling mudah dalam proses transisi FTZ menjadi KEK. FTZ Batam akan dimulai dengan zona yang paling siap menjadi KEK. Diharapkan, transformasi FTZ menuju KEK cepat, dan memberikan insentif yang lebih baik bagi industri. ”Sehingga daya saing kawasan Batam akan lebih baik dibanding kawasan lain di Asean,” janjinya.

Setelah itu, KEK-KEK lainnya di Batam akan ditetapkan. Kemudian, barulah Badan Pengusahaan (BP) Batam bertransformasi menjadi Badan Pengelola (BP) KEK. Sementara perubahan BP Batam menjadi BP KEK dilakukan saat seluruh zona KEK di Batam ditransformasi.

Sebelum selesai, maka akan ada dua lembaga yang mengelola FTZ dan KEK. Dimana, FTZ di bawah BP Batam dan KEK di bawah BP KEK. Sementara waktu, kedua lembaga itu di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here