Tanker Dicat untuk Mengelabui Petugas

0
770
DIAMANKAN: ABK yang membawanya kabur tanker diamankan Lantamal IV di Perairan Tanjunguma Batam, Senin (24/4). f-istimewa/humas lantamal IV tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Dua unit tanker tahanan Malaysia yang kabur ke perairan Kepri berhasil ditangkap Tim WFQR Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang di Perairan Tanjunguma Batam, Senin (25/4).

Tanker ini ditangkap Unit-1 Jatanrasla (kejahatan dan kekerasan di laut) (WFQR) Lantamal IV. Kedua tanker yang ditangkap adalah MT Brama Ocean (Berbendera Malabo) 314 GT dan MT Orca (Berbendera Fiji) 127 GT.

Kedua tanker tersebut dibawa kabur ABK dari tahanan Agency Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) dari Tanjung Penyusop Kota Tinggi Malaysia.

Kepala Dispen Lantamal IV Mayor Laut Josdy Damopolii mengatakan, peristiwa itu berawal saat APMM Malaysia mengirimkan berita kepada Komandan Lantamal IV bahwa kapal tangkapan APMM Malaysia MT Brama Ocean dan MT Orca telah hilang atau dilarikan.

Laporan langsung ditindaklanjuti Danlantamal IV Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno yang memerintahkan Asintel Danlantamal IV untuk melaksankan pengumpulan data terhadap adanya kemungkinan MT Brama Ocean dan MT Orca berlayar masuk menuju perairan Batam, Bintan dan Karimun.

Danlantamal juga memerintahkan Asops Danlantamal IV untuk menyiapkan unsur patroli dan membuat sektor penyekatan oleh unsur-unsur patroli di wilayah perairan Batam, Bintan dan Karimun terkait info intelijen tersebut.

Baca Juga :  Kepri Perlu Pelabuhan Besar

”Tim langsung bergerak cepat dan membentuk perencanaan Operasi dan intelijen dalam pencarian terhadap MT Brama Ocean dan MT Orcadi perairan Batam, Bintan dan Karimun,” kata kepada wartawan, Selasa (25/4).

Selanjutnya, unsur-unsur patroli yang terdiri dari KAL Anakonda, KAL Mapor, Sea Rider dan tiga unsur Patkamla Satkamla Lantamal IV langsung melaksankan aksi penyekatan di wilayah perairan Selat Riau, Utara Batam dan Selat Durian yang diperkirakan kedua kapal akan melewati daerah tersebut.

Tidak mau kehilangan buruannya, seluruh unsur patroli dan jaringan intelijen yang tergelar di laut melaksanakan tugas di sektor masing-masing untuk melakukan perburuan sang target operasi dan akhirnya Tim WFQR 4 Lantamal IV.

Pada hari Minggu 23 April telah menemukan titik terang keberadaan MT Brama Ocean dan MT Orca yang melarikan dari tahanan Malaysia.

Tim WFQR IV/ Unit 1 Jatanrasla bergerak cepat dengan menggunakan Sea Rider yang dipimpin langsung Asintel Danlantamal IV turun langsung dan on board melaksanakan penyisiran di sekitar Tanjung Uma Batam.

Josdi menyebutkan, dari kejauhan Sea Rider Unit 1 Jatanrasla melihat siluet kapal mini tanker mencurigakan berada di perairan Tanjung Uma Batam.

Baca Juga :  Batal Datang, SBY Sampaikan Selamat dengan Baju Kurung

Selanjutnya Sea Rider Unit 1 Jatanrasla melaksanakan pendekatan menuju kapal mini tanker tersebut untuk melaksanakan pemeriksaan. Berbekal data-data kapal yang dikirimkan APMM Malaysia mempunyai kesesuaian dan kecocokan.

”Dari ciri-ciri kapal tanker tersebut mirip dengan informasi yang diperoleh dari APMM Malaysia namun beberapa bagian telah dicat untuk menghilangkan identitas kapal dan akhirnya dilaksanakan pemeriksaan kapal MT Orca,” sebutnya.

Saat dilaksanakan pemeriksaan posisi kapal sedang lego jangkar di perairan Tanjung Uma Batam dan di atas kapal terdapat satu orang yang berinisial M.

Tim berhasil mendapatkan keterangan dari M bahwa seluruh ABK berjumlah enam orangg namun yang lima orang sedang turun ke darat.

”M mengakui sudah satu bulan berada di MT Orca pada saat masih berada di perairan Malaysia,” jelasnya.

Kadispen menerangkan, dilaksanakan pemeriksaan ternyata MT Brama Ocean, sedang sandar pada MT Orca yang sedang lego jangkar.

Di atas kapal terdapat empat orang yang terdiri dari satu orang nakhoda dan tiga orang lainnya adalah ABK dengan keterangan yang berinisial A jabatan nakhoda MT Brama Ocean.

Jabatan Second Engineer yang berinisial S, Chief Officer MT Brama Ocean. Sedangkan dari hasil interogasi sementara, lima ABK MT Orca.

Baca Juga :  GMKI Tanjungpinang Tolak People Power

Pengakuan kelima kelima orang tersebut merupakan nakhoda dan ABK kapal lama yang mengetahui permasalahan di kapal tersebut.

Terkait penahanan kapal oleh APMM Malaysia lalu melarikan diri dengan menggunakan kedua kapal tersebut atas perintah A yang merupakan WNI.

Modus membawa kedua kapal yaitu MT Orca dan MT Brama Ocean tiba di perairan Tajung Uma Batam, Sabtu (22/4) sekitar pukul 07.00 dengan cara MT Orca menggandeng MT Brama Ocean dari perairan Malaysia menuju perairan Tanjung Uma Batam.

Hasil pengecekan fisik MT Orca dan MT Brama Ocean untuk nama kapal pada lambung kanan dan kiri haluan kapal telah dihilangkan dengan cara di cat warna hitam dan kelima orang yang masih di atas kapal menyaksikan pengecetan tersebut setibanya di perairan TanjungUma Batam.

Sampai saat ini kedua kapal MT Orca dan MT Brama Ocean telah diamankan di Dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna proses lebih lanjut. (cr27)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here