Tapal Batas Minta Difungsikan

0
655
BELUM DIFUNGSIKAN: Tapal perbatasan di kawasan Wacopek belum difungsikan hingga sekarang. F-Desi/Tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pembangunan tapal batas wilayah antara Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan di Wacopek mubazir. Bangunan yang begitu megah tetapi tidak dipergunakan sebagai mana mestinya. Sehingga masyarakat menilai hanya buang-buang anggaran. Pembangunan tapal batas ini bukan hanya dengan tugu, tetapi lengkap dengan beberapa unit bangunan. Seperti kios dan juga disediakan area parkir, dan toilet. Namun belum dipergunakan sampai saat ini.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang, Ashady Selayar mengaku tidak begitu paham kenapa Pemko belum menggunakannya. Padahal anggaran untuk membangun tidak sedikit. Diketahuinya, terakhir 2015 saat ia telah menjadi anggota DPRD ikut memposting anggarannya. ”Saya juga bigung itu untuk apa. Ini harusnya menjadi tanggung jawab Pemko segera menggunakannya. Di priode saya (dewan) juga ikut memplot anggaran lanjutan pembangunan untuk tugu. Dengan pertimbangan segera diselesaikan dan difungsikan,” ujanra kepada Tanjungpinang Pos, Senin (4/9).

Ia tidak tau untuk apa tapal batas wilayah ini dibangun seperti ini. Padahal biasanya tapal batas antar wilayah dibangun seperti gapura atau tugu saja. Asyadi juga mengatakan, pembangunan ini dianggarkan secara bertahap melalui APBD 2014 hingga 2015 lalu. Pada tahap pertama dibangun sebelah kiri dari arah Tanjungpinang. Dilanjutkan tahap kedua disebelah kanan dengan membangun tugu tapal batas.

Pembangunan tapal batas wilayah itu ditangani Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Tanjungpinang yang kini sudah di pisahkan ada bidang di Dinas PU dan Perkim. Komisi III juga pernah mempertayakan fungsi dari pembangunan tapal batas dibangun seperti itu. Apakah sebagai rest area atau peristirahatan kendaraan sama halnya seperti didaerah Jawa atau apa? Padahal lokasi tersebut sepi dari pemukiaman warga dan jarang warga menggunakan jalan tersebut.

Pantauan di lapangan sudah pintu toilet yang sudah rusak. Ini dikarenakan bangunan tersebut terkesan tidak terawat. Bangunan itu sangat mubazir, seharusnya dapat dipinjam pakaikan kepada masyarakat yang ingin membuka usaha. Atau bahkan dialih fungsikan menjadi kawasan kreativitas siswa bila memungkinan. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here