Target Parkir 2019, Rp15 Miliar

0
257
SEORANG juru parkir saat membantu sopir yang hendak meninggalkan lokasi parkir di Batam, belum lama ini. F-dok/tanjungpinang pos

Juru Parkir Digaji Rp3,2 Juta Sebulan

Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perhubungan, menargetkan Rp15 miliar dari retribusi parkir untuk tahun 2019.

BATAM – Capaian target itu diharapkan disumbangkan dari 652 titik parkir di Batam. Saat ini, titik parkir di Batam berjumlah 472 dengan target pendapatan tahun 2018 sekitar Rp10 miliar. Kadishub Batam, Rustam Efendi mengatakan, titik parkir ini sudah dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Batam.

”Peningkatan target pendapatan dari retribusi parkir pinggir jalan, karena titik bertambah. Tapi titik keramaiannya belum beraktivitas,” sambungnya.

Diakuinya, penambahan titik parkir seiring juga dengan pembangunan yang berjalan di Batam. Sehingga lokasi baru untuk parkir pinggir jalan juga bertambah. ”Makanya kita targetkan, retribusi tahun depan dari parkir pinggir jalan, Rp15 miliar. Tahun ini, targetnya Rp10 miliar,” beber Rustam.

Menurutnya, tambahan titik perkirakan tahun depan sudah aktif. Saat ini belum ditagih karena daerah pertokoan atau ruko yang baru, belum ada aktivitas.

”Tapi pendataan potensinya dilaksanakan dengan melibatkan pihak Kepolisian, Kejaksaan, perguruan tinggi, dan Badan Pusat Statistik. Itu lewat survei di lapangan,” bebernya.

Dishub sebagaimana dikatakan Kepala UPT Parkir, Alexander Banik, e-parking akan diterapkan pada awal tahun depan. Untuk penerapan awal ujicobanya, akan ditempatkan di 100 titik parkir yang berada di kawasan Batamkota dan Nagoya.

”E-parking sendiri akan diprioritaskan pada kawasan ruko perniagaan serta komplek perkantoran,” kata Alex.

Dishub Batam sendiri nantinya juga akan membuat analisa ataupun penilaian, seperti apa animo masyarakat terkait penerapan e-parking.

Sebab, biasanya masyarakat itu paling tak mau dengan hal yang ribet. ”E-parking ini untuk mencegah dan meminimalisir tingkat kebocoran perparkiran di Batam,” harapnya.

Sementara untuk bia anggaran bagi pengelolaan parkir di Batam, Dishub mengajukan Rp1,92 miliar untuk 600 jukir dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2019. ”Kita ingin menghilangkan jukir ilegal. Kita rencana gaji Rp3,2 juta per bulan,” bebernya.

Jukir itu akan ditempatkan di titik parkir berlangganan atau pengelola parkir yang sudah menerapkan sistem online. Pengawasan juga akan melibatkan tim terpadu yang terdiri dari kejaksaan, TNI, kepolisian dan instansi lainnya.

”Kita berharap ada perbaikan ke depannya dan terus kita benahi,” katanya.

Sebagian pengelola mal di Batam masih ada yang menggratiskan parkir di tempatnya. Hal ini dilakukan demi kepuasan pengunjungnya. Untuk pajak parkirnya, dibayarkan pengelola parkir ke pemerintah daerah dalam hal ini Pemko Batam.

Namun, sebagian parkir sudah dikelola pihak ketiga. Sehingga tidak sembarangan masuk ke lokasi mal. Di Batam, sudah diterapkan juga aturan gratis parkir jika di bawah 15 menit. Kemudian sanksi digembok apabila parkir di sembarang tempat.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here