Tarif Bagasi Mahal, Barang Ditinggal

0
605
Penumpang Lion Air membayar bagasi di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (22/1).f-martua/tanjungpinang pos

Harga Rp500 Ribu, Biaya Bagasi Rp1,4 Juta

Pemberlakuan bagasi berbayar mulai diterapkan pihak maskapai Lion Air terhadap penumpangnya, Selasa (22/1). Karena terlalu mahal, sebagian penumpang meninggalkan barangnya.

BATAM – MESKI sebelumnya sudah santer soal bagasi berbayar ini, namun penumpang pesawat tetap kaget saat check in lantaran biayanya terlalu mahal.

Sebab, ada yang harus membayar bagasi hingga Rp1,4 juta. Bahkan beberapa orang diantaranya memilih meninggalkan barang bawaannya lantaran tarif bagasi yang terlalu mahal.

Kejadian itu berlangsung pada hari pertama pemberlakukan bagasi berbayar di Lion Group, kemairn di Bandara Hang Nadim Batam. Salah seorang penumpang tujuan Semarang bernama Diah, mengeluhkan harga yang harus dibayarkannya.

”Aduh, ini gimana? Bapak itu tadi dua koper Rp1,2 juta. Saya kena Rp1,4 juta. Harga barang di dalam koper aja paling Rp500 ribu. Lebih mahal ongkosnya,” keluh Diah.

Baca Juga :  Mendagri Tegaskan KPU Tak Bisa Diintervensi Siapapun

Harga itu belum termasuk air zamzam yang dibawanya sepulang dari Umroh. Diah akhirnya memilih untuk membawa air zamzam dengan ditenteng dan tidak masuk bagasi. Namun sebagai gantinya, tasnya diganti masuk bagasi.

”Tak mungkin ditinggal airnya. Tak bisa nego sama petugas bandara,” sambungnya.

Biaya bagasi Lion Air yang harus dibayarkan penumpang bervariasi, tergantung tujuannya. Diah tujuan ke Semarang menyebutkan, harga bagasi yang dibayarnya Rp1,4 juta. Harga bagasi Rp41 ribu per Kg.

Kondisi yang sama dialami tiga orang mahasiswi. Ketiganya membawa tiga koper, belum termasuk tas. Barang-barang itu sempat ditinggalkan di depan tempat check in.

Baca Juga :  Observasi Lapangan, Informan Berbagi Data

Setelah dihitung mereka, penyesalan menggunakan jasa penerbangan Lion Air diungkapkan ketiga mahasiswi itu. Mereka baru berpikir untuk menggunakan Garuda, setelah mengetahui harga bagasi yang mahal.

”Gimana? Kami ke ATM dulu. Tadi sudah telepon orangtua. Pakai uang makan dulu untuk bayar bagasi, nanti orangtua kirim gantinya. Tahu gini, mending kami naik Garuda,” kata seorang mahasiswi.

Langkah berbeda dilakukan Adis, yang akan berangkat ke Pontianak. Adis yang membawa koper, tas dan kantongan berisi oleh-oleh, memilih meninggalkan sebagian besar di Batam dan hanya membawa tas berangkat ke Pontianak.

Koper dan tas dititipkan ke orang tuanya yang sebelumnya ditelepon untuk menjemput.

Adis berangkat dari Hang Nadim, dengan tujuan Pontianak, menggunakan Lion Air. Saat check in dan barang ditimbang, diketahui biaya bagasi yang harus dibayar sekitar Rp1,35 juta. Biaya itu harus dibayar untuk barangnya yang hanya Rp19 Kg.

Baca Juga :  Rancang Batam Bersaing dengan Luar Negeri

Namun karena tarif per Kg ke Pontianak sekitar Rp73 ribu, maka dia harus siapkan dana sekitar Rp1,3 juta. Harga itu selisih sedikit dengan tiketnya yang dibeli sekitar Rp1,6 juta.

”Katanya diperpanjang (transisi bagasi berbayar), ternyata hari ini langsung,” cetusnya sambil meninggalkan ruang check in untuk mengantar barang yang akan ditinggalkan ke orangtuanya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here