TERjebak Boat Bocor

0
783
DIAMANKAN: 33 TKI ilegal yang hendak berangkat ke Malaysia diamankan, Sabtu (25/3). F-jendaras/Tanjungpinang Pos

Gagal ke Malaysia, 33 TKI Ilegal Ditemukan Kelaparan

Sekitar 33 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal gagal berangkat ke Malaysia gara-gara boat yang mereka tumpangi bocor di perairan
Bintan.

Tanjunguban – Dari keterangan yang didapat, TKI ini diberangkatkan dari pelabuhan tikus di wilayah Nongsa pada Kamis (23/3) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB, boat yang mereka gunakan mengalami kebocoran dan selanjutnya tekong mengevakuasi TKI di Pulau Panjang.

Kemudian hingga Sabtu (25/3) pagi mereka hanya diberikan makan sekali saja dan tiga orang TKI yang lapar berenang untuk mencari makanan.

Namun, karena kondisinya lapar dan kecapekan, mereka minta tolong. Saat itu, tim patroli Western Fleet Quick Response (WFQR) 4 Pos AL Lagoi Lantamal IV Tanjungpinang melihat para TKI ini dan menyelamatkan mereka.

Baca Juga :  Pengusaha Tolak KEK, Pilih FTZ

Sekitar pukul 10.00 WIB, tim menemukan 3 orang yang berenang dan meminta tolong di alur pelayaran pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT).

Ketiganya mengaku bagian dari 33 TKI ilegal yang gagal diberangkatkan dari Batam menuju Malaysia karena boat yang mereka gunakan mengalami kebocoran.

Dijelaskannya, setelah dilakukan pendalaman dan analisa terhadap keterangan yang mereka berikan, didapatkan informasi bahwa masih ada 30 TKI ilegal lain yang saat itu masih berada di Pulau Panjang.

Berbekal informasi tersebut, tim WFQR Lantamal IV dengan menggunakan Patkamla Lingga bergerak menuju Pulau Panjang untuk melakukan evakuasi.

Setelah dilakukan penyisiran terhadap titik kumpul TKI di Pulau Panjang, tim menemukan 30 TKI, rata-rata saat itu kondisi dari 30 TKI dalam keadaan lemas dan mengalami trauma. Setibanya di Pos AL Lagoi, dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine.

Baca Juga :  Biasanya, Timnas Jago Kandang

Kolonel May Frangky P.S, Asisten Operasional Danlantamal IV Tanjungpinang dalam jumpa pers di Pos AL Lagoi, Minggu (26/3) mengatakan, penggagalan penyelundupan TKI tersebut setelah Tim WFQR 4 Pos AL Lagoi melakukan patroli di sekitar laut Lagoi, Sabtu (25/3).

Tim WFQR Lantamal IV melakukan proses evakuasi terhadap ketiga orang tersebut, selanjutnya dibawa menuju Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Lagoi untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan menggali keterangan lebih lanjut.

Tim selanjutnya mengamankan TKI berjumlah 33 orang di Pos AL Lagoi, 3 diantaranya adalah wanita.

”Kita telah menggagalkan upaya pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara ilegal ke Malaysia dari Batam,” paparnya.

Dijelaskannya, saat ini pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut dan terus melakukan pengamanan laut untuk mencegah tindak kejahatan pengiriman TKI ilegal maupun narkoba serta kejahatan lainnya.

Baca Juga :  Mertua Syahrul Berpulang

Sudah menjadi tugas dan tanggungjawab Lantamal IV untuk terus menjaga keamanan setiap jengkal perairan Kepri, semua yang dilakukan oleh prajurit WFQR Lantamal IV semata-mata adalah tugas yang diamanahkan oleh Negara.

”Kondisi kemanan perairan Kepri dan selat Malaka harus tetap terjaga sehingga harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia akan tetap terjaga,” pungkasnya.

Sebagai tindak lanjut, tim melakukan pendalaman terhadap 33 TKI untuk mengungkap siapa yang menjadi aktor di balik pengiriman TKI secara ilegal.

Lantamal IV melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini BNP2TKI untuk penanganan lebih terhadap para TKI.(Jendaras)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here