Tidak Punya SPBU, BBM Selalu Langka

0
748
BUNKER: SPDN Desa Antang sebagai bunker penyimpanan BBM untuk nelayan milik pertamina. Anambas sendiri hingga saat ini belum memilik SPBU. F-DOKUMEN/TANJUNGPINANG POS

Anambas – KELANGKAAN Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium kembali dialami oleh masyarakat Kota Tarempa Kecamatan Siantan.

Tiga minggu lalu juga hal yang sama terjadi. Ketika itu diakibatkan keadaan cuaca, sedangkan saat ini keadaan cuaca gelombang bisa dikatakan sudah mulai membaik.

Persoalan ini tidak pernah ada habisnya dialami oleh masyarakat, namun belum ada solusi secara kongrit dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Padahal kebijakan mengenai energi telah menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sebagai perpanjang tangan pemerintah pusat.

”Persoalan yang semacam ini pemerintah daerah kabupaten tidak bisa berbuat banya, sebab kewenangan itu telah diambil dari pemerintah provinsi. Persoalan semacam inilah yang mesti segera dipertimbangkan,” ungkap Hasan selaku tokoh masyarakat Anambas kepada wartawan, Kamis (9/3).

Baca Juga :  Kepala Desa Terpilih Segera Dilantik

Ia berharap pemerintah pusat dapat mengeluarkan kebijakan tentang perizinan pembangunan SPBU di Anambas agar ketersedian BBM dapat terjamin dengan baik.

Tidak dipungkiri Anambas masih mengangkut BBM menggunakan kapal ke pertamina di Kabupaten Natuna dan kuota yang diberikan ke anambas masih sangat terbatas.

”Perlu adanya pembangunan SPBU di anambas agara dapat memberi jaminan kenyamanan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan BBM,” jelasnya.

Kata Hasan, kejadian ini tidak menutup kemungkinan akan terjadi perdagangan yang tidak sehat oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab, sebab BBM yang biasanya dijual oleh agen resmi mengalami kekosongan, namun di beberapa pengecer BBM masih tersedia dengan jumlah sangat terbatas.

Baca Juga :  Permudah Pelayanan, Disduk Bentuk UPT

Dengan adanya kesempatan seperti itu para pengecer memanfaatkan untuk menjual BBM lebih mahal. Harga BBM jenis premium yang biasa dijual oleh agen perbotol yang ukuran 1,5 liter seharga Rp 13 ribu perbotol, namun kini mereka jual seharga Rp 20 ribu perbotol.

Ia juga menambahkan, walaupun dengan harga lebih mahal, masyarakat masih tetap membelinya. Pengecer juga memberi batasan jumlah yang akan dibeli oleh pemilik motor.

”Kita dibatasi membeli minyak, satu unit pengendara hanya diperbolehkan satu botol saja. walaupun harganya mahal, kita tetap beli,” tukasnya.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here