Tiga Hari ke Depan Berpotensi Hujan

0
705
RAMALAN CUACA: Salah satu staf BMKG Tanjungpinang melihat ramalan cuaca di Tanjungpinang dan Bintan. F-ANDRI/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan akan adanya potensi hujan lokal. Hasil pantauan Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Bhakti Wira Kusumah, Jumat (15/9) hujan turun di Tanjungpinang diprediksikan tiga hari ke depanya.

Saat ini sambung dia yang sering diguyur hujan adalah di daerah Bintan bagian Utara. Seperti daerah Lagoi hingga Tanjunguban. Potensi hujan yang turun, hanya bersifat hujan lokal saja dan hujanya tidak terlalu deras. ”Kita minta kepada pengendara tetap waspada di jalan saat turun hujan karena hujan disertai petir akan terjadi,” bebernya.

Kata dia, pontesi turun hujan lokal di Tanjungpinang dalam waktu dekat ini karena adanya arah angin bertiup dari selatan ke utara. Sehingga awan yang berpotensi menurunkan air hujan berkumpul di daerah di Pulau Bintan bagian Utara. Awan yang berpotensi menurunkan air hujan adalah awan Cumulonimbus atau dikenal awan Cb.

Baca Juga :  Hari Ini, HET Elpiji 3 Kg Jadi Rp18 Ribu

Awan ini bisa dilihat dengan kasat mata. Kalau awan Cb terlihat, kata dia, seperti serat halus pada bagian atasnya. Kemudian awan ini terlihat gelap. Biasanya sebelum terjadi hujan besar, terlebih dahulu awan Cb mengeluarkan kilat dan guntur.

”Coba kita lihat sekarang. Awan Cb sudah terlihat. Tetapi tidak juga turun hujan. Ini dikarenakan arah angin selatan menuju ke Utara bagian Bintan. Jadi, Tanjungpinang tak diguyur hujan satu atau dua hari k depan. Dan, turun hujan di Tanjungpinang tiga hari ke depanya,” ucap dia.

Baca Juga :  Ribuan Masyarakat Ikut Launching CFD

Bila tak turun hujan tiga hari ke depanya, ia memprediksikan pasti ada sumur warga yang kering. Karena, sumber air di Tanjungpinang masih mengandalkan air hujan. Sumur warga cepat kering karena kondisi alamnya. Bila posisi rumah penduduk berada di daerah dataran yang tinggi, dipastikan warga sulit mendapatkan air sumur. ”Kita tidak bisa bilang musim kemarau. Karena kita sering turun hujan,” tegasnya.

Kata dia, di Tanjungpinang tak masuk dalam istilah musim kemarau. Berbeda di daerah Jawa, kalau daerah Jawa memang terjadi istilah musim kemarau. ”Buktinya tanggal 11 kemarin saja Tanjungpinang di guyur hujan. Walaupun tak deras dan merata,” bebernya.

Baca Juga :  Pasien Kelamaan Antre di Poli

Ia mengimbau kepada masyarakat tetap waspada saat mengendarai kendaraan saat hujan tiba. ”Karena kadang hujan tiba-tiba disertai petir. Petir di daerah Tanjungpinang cukup kuat karena tanahnya mengandung besi (bauksit),” harap dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here