Tiga Maling Uang Demokrat Tak Ngaku Otaknya

0
362
AKBP Ucok Lasdin

TANJUNGPINANG – Kepolisian melacak keberadaan dua pelaku yang diduga terlibat dalam pencurian uang Rp130 juta milik kader Partai Demokrat Kepri.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi melalui Kapolsek Bukit Bestari Kompol Marna mengatakan, dua terduka pelaku pencurian uang masih dilacak keberadaannya. Sedangkan tiga rekannya sudah mendekam di dalam sel tahanan.

”Tetap kita cari keberadaan para pelaku pencurian,” katanya, Senin (17/11).

Kapolsek menyebutkan, dari tiga orang yang telah diamankan belum ada yang mengaku sebagai otak pelaku, pengakuannya dari dua orang pelaku lainnya merupakan otak pelaku pencurian.

Baca Juga :  HM Soerya Respationo Dapat Restu dari Muhaimin Iskandar

”Otak pelaku pencurian belum kita dapati dari mereka belum ada yang mengaku,” sebutnya.

Sebelumnya Satreskrim Polres Tanjungpinang dan Polsek Bestari berhasil mengamankan tiga orang pelaku yakni Bintang, Ria Kusnandar dan Roni.

Tersangka Ria Kusnandar mengaku dirinya hanya bertindak sebagai sopir saat komplotan tersebut melakukan aksinya. Ia menuding Feri sebagai otak pelaku pencurian tersebut.

Feri yang bobol mobil dan ngambil uang. Oleng menunggu di mobil bersamanya dan Roni. Bintang yang antar dirinya melarikan diri ke Tanjunguban.

Uang hasil pembobolan tersebut dibagi sesuai peran masing-masing pelaku. Ria dan roni masing-masing mendapat Rp30 juta. Sisa uang diambil Feri dan Oleng yang masih di cari pihak kepolisian.

Baca Juga :  Prajurit Lanud RHF Ikuti Cross Country

Uang hasil curian digunakan untuk berfoya-foya bersama teman-temannya di Batam pada malam sebelum dirinya tertangkap.

”Sisa tinggal Rp 5juta. Yang jelas Feri yang dapat banyak, dia yang merencanakan semuanya,” jelas Ria.

Sedangkan Roni mengaku, sebelum beraksi, ia masih berada di Jember Jawa Timur. Ia lalu dihubungi Feri untuk segera berangkat ke Batam dan ditawari pekerjaan. Setelah tiba di Batam ia kemudian berangkat ke Tanjungpinang dan melakukan aksinya bersama komplotannya.

Saat beraksi, Roni mengaku hanya menunggu di mobil. Ia berdalih pencurian tersebut hanya kebetulan, saat melihat korban membagi-bagi uang usai mengambil uang di bank. Lalu timbul niat untuk melakukan pencurian. ”Feri yang ambil uang, setelah dapat uang, lalu uang dibagikan saat perjalanan menunju Tanjunguban,” ujarnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here