Tiga Nama Calon Sekda Tanjungpinang Mencuat

0
928
Tiga Nama Calon Sekda Tanjungpinang Mencuat

Tanjungpinang – Ada tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang yang mencuat untuk mengisi kabinet baru Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang H Syahrul-Rahma.

Ketiga nama yang tersebut mencuat yakni, H Tengku Dahlan yang kini Kepala Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tanjungpinang, H Surjadi kini menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Tanjungpinang, dan H Lamidi, Kepala Kesbangpol Pemprov Kepri.

Lamidi sendiri mantan Sekda Pemkab Bintan di masa Bupati Bintan H Ansar Ahmad. Tengku Dahlan juga pernah menjadi Plt Sekda Tanjungpinang di zaman Walikota Tanjungpinang Hj Suryatati A Manan.

Sebelumnya, Sekda Tanjungpinang Riono mengaku, ia tidak lagi ingin menjadi Sekda dan akan menyerahkan posisi Sekda ke orang lainnya. ”Cukup satu periode saja menjadi Sekda. Saya akan serahkan kepada orang lainnya. Kita serahkan kepada Walikota terpilih,” kata Riono, belum lama ini.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta kepala daerah terpilih lewat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mengganti sekertaris daerah yang tidak bisa menjabarkan janji-janji kampanye. Sebab tugas kepala daerah terpilih di Pilkada serentak 2018 adalah menerapkan seluruh janji kampanye yang pernah ditawarkan pada masyarakat.

Tjahjo meminta kepala daerah terpilih untuk segera berkonsultasi dengan Sekretaris Daerah-nya masing-masing. Ini disampaikan Tjahjo di acara pengukuhan dewan pengurus Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) masa bakti 2015-2019 di Hotel Borobudur Jalan Lapangan Banteng Selatan, Jakarta, baru-baru ini.

Sementara itu, Pengamat Politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Politik dan Ilmu Sosial (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka menilai, banyak pejabat di lingkungan Pemko Tanjungpinang, sudah masuk golongan untuk menjadi Sekda. Sayang tidak mau menyebutkan siapa saja Kepala OPD yang layak menjadi Sekda. Ia hanya mengkomentari kalau masih terlalu dini untuk membahas soal Sekda Kota Tanjungpinang.

Sebab, kepala daerah terpilih dalam hal ini Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang terpilih, H Syahrul dan Rahma, baru bisa melalukan perombakan kabinet OPD enam bulan setelah dilantik, kecuali mendapat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Yang mendesak, lanjut Endri, adalah pejabat diposisi Kepala OPD dan juga Eselon tiga dan empat dilingkungan Pemko Tanjungpinang. Ini semua dikarenakan terjadi kekosongan, yang akibat pejabat yang memasuki pensiun atau pindah tugas.

”Ini perlu segera diisi, agar kegiatan-kegiatan di tahun 2018 dan 2019 nanti dapat dilaksanakan dengan baik,” kata dia kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (15/8).

Membahas soal Sekdako Tanjungpinang, menurutnya, tentu juga akan memakan waktu. Karena harus melakukan serangkaian proses seleksi jabatan dan itu tidak bisa dalam waktu enam bulan ke depan. ”Makanya, terlalu dini menurut saya untuk membahas soal Sekdako Tanjungpinang,” tegas dia.

Saran dia, kepala daerah masih bisa membangun komunikasi dan koordinasi dengan Sekdako Tanjungpinang yang saat ini masih di jabat oleh Riono. Dan tentunya, diharapkan Sekdako Tanjungpinang, Riono tetap dapat komitmen dan profesional menjalankan tugas sebagai ASN di bawah kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang yang baru.

”Kecuali beliau (Pak Riono, red) mengambil keputusan yang berbeda, yaitu mengundurkan diri dari jabatan Sekdako Tanjungpinang,” ucap dia.

Tapi, secara etis, lanjut dia lagi, Riono harus menyelesaikan tugas sampai dengan ada kebijakan dari Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang yang baru. Karena jabatan Sekdako Tanjungpinang yang masih dijabat oleh Riono, bukan jabatan politis. Melainkan jabatan karir. Jadi, siapapun kepala daerahnya tidak menjadi persoalan.

”Tugas Pak Riono bersifat administratif dan koordinatif. Apalagi Pak Syahrul kan pernah menjadi atasan Pak Riono. Sehingga saya rasa harusnya tidak menjadi persoalan untuk menjalankan tugas sebagai Sekdako Tanjungpinang dibawah kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang terpilih, H Syahrul dan Rahma,” terangnya.

Proses seleksi Sekdako Tanjungpinang harus terbuka untuk semua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang layak. ”Kemudian, tidak dibatasi oleh persyaratan tertentu yang menutup peluang kandidat dari luar nama yang sudah muncul tersebut,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here