TNI-AL Rebut Pantai Todak

0
697
RIBUAN personel TNI-AL dan tank tempur diturunkan saat latihan perang di Pantai Todak Desa Batu Berdaun, Lingga, Kamis (2/8).f-tengku/tanjungpinang pos

LINGGA – Sekitar 1.210 personel TNI AL akhirnya berhasil merebut Pantai Todak, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep setelah bertempur melawan musuh, Kamis (2/8) sekitar Pukul 06.00 WIB.

Para pasukan penjaga keamanan NKRI tersebut berperang dengan menurunkan 13 KRI, empat kapal patroli serta 1 Searider. Pasukan ini dari Komando Armada Barat I yang dilengkapi persenjataan lengkap dengan kenderaan tempur Marinir 3 Ranpur jenis BMP dan tujuh jenis BTR.

Penyerbuan dilakukan untuk menyelamatkan Pantai Pantai Todak Desa Batu Berdaun dalam rangka penyelamatan wikayah NKRI. Tidak membutuhkan waktu lama bagi abdi negara ini untuk melumpuhkan musuh dengan keahlian dan alutsista yang dimiliki.

Meski merupakan latihan yang dikemas dalam Latihan Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat III Terpadu tahun 2018, namun terlihat profesionalisme dari para prajurit ini.

Baca Juga :  Daerah Maritim, Tetap Produksi Padi

Glagaspur III dilakukan dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan personel dan alutsista Koarmada I serta mengukur kemampuan Satuan Tugas Koarmada I dalam mendukung tugas TNI AL.

”Melatih kemampuan penyiapan Operasi Amfibi guna menghadapi dan menggagalkan penguasaan wilayah NKRI oleh pihak musuh serta melatih kemampuan Komando, Kendali dan Komunikasi dengan seluruh unsur maupun satuan terkait Operasi Amfibi. Koarmada I melaksanakan Latihan Glagaspur Tingkat III Terpadu,” kata Komandan Armada Barat l, Laksmana Muda Yudo Margono.

Glagaspur adalah latihan gabungan pasukan Koarmada l dengan Korps Marinir. Latihan ini guna untuk menguasai pantai yang sudah dikuasai musuh. ”Ini latihan gabungan dengan skenario memperebutkan kembali Pantai Todak yang sudah dikuasai musuh sebelumnya,” kata Yudo.

Baca Juga :  Tanjungpinang Butuh Tokoh Pembangunan

Kata Yudo, sebelum pasukan melakukan penyerangan ke Pantai Todak, mereka terlebih dahulu melakukan latihan umum di Jakarta dan Bangka Balitung.

”Selama latihan perang ini kita bersyukur cuaca cerah, karena cuaca cerah merupakan patokan dan perlu diperhitungkan,” ucapnya.

Adanya latihan ini, sambungnya, diharapkan prajurit baik Koarmada dan Korps Marinir menjadi profesional. Sementara untuk alutsistanya bisa ditingkatkan lagi untuk fungsinya.

”Semoga prajurit yang sedang melaksanakan latihan perang ini bisa menjadi lebih profesional untuk tugas operasi di laut,” sebutnya.

Laksamana Muda Yudo Margono, juga mengatakan, Koarmabar I akan menghidupkan kembali Pantai Todak Desa Batu Berdaun Kecamatan Singkep sebagai daerah latihan tempur seperti yang dilakukan tahun 1994, lalu.

Baca Juga :  Negeri Melayu Harus Ada Ciri Khasnya

”Sudah 24 tahunan tempat ini tidak pernah lagi latihan perang di sini. Terakhir tahun 1994 silam,” ucapnya usai melakukan penandatanganan prasasti.

Dilanjutkannya, latihan untuk mempertahankan NKRI di Pantai Todak ini akan dievaluasi. ”Nanti akan sering latihan di sini. Bisa jadi lebih besar lagi frekuensinya,” ucapnya.

Usai melakukan peninjauan di Pantai Todak Desa Batu Berdaun Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga Dan Koarmada l Laksamana Dua Yudo Margono melakukan penanaman pohon bakau sebanyak 500 batang di Pantai Desa Tanjung Harapan. (tir)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here