TNI Tambah Alat Perang di Natuna

0
646
ALAT PERANG Astros II MK-6 AV atau Roket Astros saat diturunkan di Natuna, Kamis (14/11). f-istimewa

NATUNA – Mabes TNI memperkuat pertahanan negara di daerah perbatasan, Natuna dengan menambah Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista).

Sebanyak 14 unit Multiple Launcher Rocket System (MLRS) Astros II MK-6 AV atau Roket Astros dikirimkan ke Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri untuk memperkuat Indonesia dari bagian utara. Alutsista ini dioperasikan TNI Angkatan Darat.

Roket Astros II MK-6 Matriil Shipment I Astros milik Baterai Armed Yonkomposit I/GP Natuna, akhirnya tiba di Pelabuhan Selat Lampa, Rabu (13/11) kemarin.

Kedatangan alutsista tersebut menggunakan Kapal LCT Perkasa Prima 7 dengan penjagaan ketat oleh sejumlah personel TNI-AD diantaranya terdiri dari 2 personel Puspomad, 1 personel Gupusran dan 2 personel Yonarmed.

”Ia betul, sekarang ini kita sedang lakukan proses pergeseran dari Selat Lampa Kecamatan Pulau Tiga. Menuju Desa Teluk Buton Kecamatan Bunguran Utara,” kata Danyonkomposit 1/Gardapati Natuna, Letkol (Inf) Rahmat, SE melalui telepon, Kamis (14/11).

Kedatangan 14 unit Roket Astros, juga ditinjau langsung oleh Tim Peninjau dari Kagupusran Ditpalad, Kasimatut Bagbinmat Sdirbinsen, PT. Poris, PT. Duta Sarana Transportasi, dan 8 Personel Raiarmed Yonkomposit 1/GP.

”Dengan kedatangan alutsista di Natuna, pertahanan dan keamanan kita terus ditingkatkan. Mudah-mudahan dalam pergeseran tidak ada masalah dan lancar,” harapnya.

Roket MLRS tersebut merupakan arsenal TNI AD yang dioperasikan Batalyon Artileri Medan (Aarmed).

Menurut informasi, senjata roket MLRS tersebut dibeli Pemerintah Indonesia melalui Departemen Pertahanan dari Negeri Samba yaitu Brazil.

Peluncur roket multi laras ini menambah kemampuan Armed TNI AD dalam melaksanakan tugas pokoknya.

Dengan memiliki peluncur roket multi laras ini, tentunya menambah kemampuan Armed TNI AD dalam melaksanakan tugas pokoknya.

Terlebih, Natuna merupakan pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan dan kini berubah nama menjadi Laut Natuna Utara.

Untuk itu, Presiden RI Joko Widodo saat memimpin di periode pertama langsung memerintahkan TNI agar memperkuat pertahanan di Natuna.

Seperti yang ada saat ini, yaitu Yonkomposit I/GP Natuna. Sebab, Natuna memiliki sumber daya energi yang besar dan juga memiliki keindahan alam sebagai destinasi wisata.

Selain itu, Natuna juga sebagai penghasil ikan yang menjadi incaran para illegal fishing.

Pada era Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dijabat oleh Menteri Susi Pudjiastuti, kapal-kapal nelayan asing yang mencuri ikan di laut Natuna selalu ditangkap kapal pengawas perikanan KKP dan TNI AL.

Menurut informasi, selama Susi menjabat Menteri KKP sudah ratusan kapal yang ditenggelamkan. Sehingga, sudah seharusnya TNI memperkuat Natuna dengan arsenal perang seperti senjata roket Astros II. (hrd/abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here