Tujuh Menteri Bangun Natuna

0
900
TINJAU: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun meninjau Pelabuhan Tanjung Payung di Natuna sebagai salah satu persiapan menanti kedatangan tujuh menteri di Natuna, kemarin. f-istimewa/humas pemprov kepri

Launching Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan 2017

Defisit anggaran tidak menjadi penghalang pembangunan di Kepri. Ada bantuan dari tujuh kementerian. Kehadiran mereka pun disambut gembira hari ini, Rabu (8/3) di Natuna.

Natuna – GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun bersama Pemkab Natuna sudah mempersiapkan kedatangan tujuh pejabat kementerian tersebut.

Selasa (7/3) kemarin, gubernur bersama rombongan sudah berangkat ke Natuna untuk melakukan persiapan para pejabat penting itu.

Suatu penghargaan buat mereka lantaran sudah mengalokasikan anggaran percepatan pembangunan untuk Kepri sekitar Rp 1,3 triliun. Dan separuh diantaranya di Natuna.
Rombongan kementerian dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Wiranto.

Bersamanya, turut ikut perwakilan kementerian lain seperti dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Kelautan, Perikanan (KKP), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian PUPR dan BNPP.

Menurut gubernur, kehadiran Menkopolhukam dan beberapa kementerian terkait merupakan kesempatan emas bagi masyarakat Natuna dan Kepri secara umum.

”Ini kesempatan kita. Jika pemerintah pusat begitu semangat memperhatikan daerah kita, maka kita harus lebih bersemangat lagi. Bagaimanapun juga, kitalah yang akan menikmati apa pun yang akan dikembangkan di daerah yang kita cintai ini,” kata Nurdin kepada wartawan di sela makan siang di Rumah Makan Sisi Besisir Natuna usai melakukan peninjauan, kemarin.

Nurdin tidak ingin defisit jadi alasan bagi masyarakat Kepri dalam membangun. Karena Kepri memiliki sumber pendanaan yang tidak diduga-duga untuk melakukan pembangunan.

”Bismillah, jika kita tetap semangat pasti ada jalan. Jangan jadikan defisit sebagai alasan. Dan ingat, membangun itu bukan semudah membalikkan telapak tangan, tapi perlu proses, perencanaan dan koordinasi serta kolaborasi. Dan tentunya kita mulai dengan kebersamaan,” ujar gubernur.

Baca Juga :  Observasi Lapangan, Informan Berbagi Data

Gubernur dan rombongan melanjutkan kunjungannya ke Gedung Serindit, Batu Hitam. Di tempat itu, gubernur mengecek persiapan berlangsungnya kegiatan Gerbangdutas (Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan) tahun 2017 yang akan di-launching Menkopolhukam hari ini.

Sesaat setelah sampai di Natuna sekitar pukul 10.00, gubernur didampingi Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah, Bupati Natuna Hamid Risal dan kepala OPD langsung meninjau Pelabuhan Roro dan bongkar muat Tanjung Piayung di Desa Panagih, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kecamatan Ranai.

Setibanya di Bandara Lanud Raden Sadjad Natuna, gubernur bersama rombongan langsung meninjau beberapa proyek pembangunan yang ada di Natuna salah satunya Pelabuhan Roro di Penagi.

Gubernur bersama rombongan disambut Bupati Natuna Hamid Rizal dan Sekda Natuna Wan Siswandi serta unsur SKPD dan FKPD.

Mereka langsung meninjau beberapa proyek pembangunan seperti pelabuhan roro, Bandara Enclave Sipil dan kesiapan acara Pencanangan Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan (Gerbangdutas) tahun 2017.

”Kunjungan Gubernur Kepri Nurdin beserta rombongan ke Natuna dalam rangka turut menghadiri Pencanangan Gerbangdutas tahun 2017. Dan rencananya akan dihadiri oleh 7 menteri,” kata Wan Siswandi saat ditemui di Gedung Sri Serindit, kemarin.

Selain itu, usai mengunjungi sejumlah proyek, gubernur berencana pada malam hari akan mengadakan pengajian di Masjid Agung Natuna.

”Kegiatan gubernur rencananya pada malam hari akan adakan pengajian di Masjid Agung Natuna gerbang utaraku,” jelasnya.

Namun pada intinya kunjungan gubernur dalam rangka turut menghadiri acara pencanangan Gerbangdutas yang akan dihadiri langsung Menkopolhukam dan beberapa menteri lainnya.

”Nanti Menkopolhukam bersama menteri lainnya dan rombongan akan meninjau pembangunan seperti pelabuhan roro, Bandara Enclave Sipil, Pelabuhan Terpadu di Selat Lampa, dan meninjau pembangunan Puskodal dan Pangkalan Marinir, serta peninjauan pembangunan Palapa Ring yang berada di Setengar Kecamatan Bunguran Selatan,” bebernya.

Baca Juga :  Isdianto Ingin Seperti Ayah Sani

Sampaikan Masalah Tapal Batas
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Wiranto rencananya akan memimpin kunjungan kerja di Pulau Natuna bersama tujuh kementerian, Rabu (8/3) hari ini.

Perwakilan itu antara lain dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Kelautan, Perikanan (KKP), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian PUPR dan BNPP.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kepri Jamhur Ismail menyampaikan, bahwa dalam rangka menyambut kedatangan Menkopolhukam bersama para kementerian lainnya itu, dirinya bersama kadis yang ikut bersama Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sudah mempersiapkan berbagai masukan yang akan disampaikan pada saat menggelar rapat terbatas, Selasa (7/3) di Natuna.

”Rapat kecil itu, saya melaporkan bahwa terkait tapal batas, khususnya di Natuna sangat riskan. Apalagi banyak rambu-rambu kapal yang hilang, entah karena faktor cuaca atau kesengajaan,” tambahnya.

Termasuk memberikan masukan ke gubernur terkait masalah pembangunan pelabuhan-pelabuhan yang tersebar di Provinsi Kepri.

”Mengingat nanti itu ada juga Menhub yang ikut bersama rombongan,” tambahnya.

Tinjau Enam Proyek
Rencana selama di Natuna, rombongan Menko Polhukam melakukan peninjauan pembangunan Palapa Ring, Terminal Bandara Ranai, pelabuhan roro, Pukodal dan Pangkalan Marinir serta Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu hingga Lanud Ranai.

”Ada enam proyek lapangan yang akan dikunjungi,” ujar ujar Aries Fahriandi, Kabiro Administrasi Pembangunan Pemprov Kepri.

Pembangunan pelabuhan di Selat Lampa merupakan proyek strategis nasional dan sesuai Nawacita Presiden-Wapres RI, Joko Widodo-Jusuf Kalla menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Baca Juga :  Bintan Sambut 208 RibuTuris

Salah terjemahan poros maritim dunia adalah pembangunan tol laut serta membangun daerah pinggiran seperti daerah perbatasan.

Tol laut bukan hanya sekedar kapal. Termasuk pembangunan infrastrukturnya seperti pelabuhan. Pelabuhan Selat Lampa ini merupakan multifungsi karena bisa digunakan untuk kapal perintis dan roro.

KKP Kucurkan Rp 200 Miliar di Natuna
Salah satu kementerian yang turut membangun Natuna adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Sebelumnya Menteri KKP RI Susi Pudjiastuti melalui Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP Syarif Wijaya menegaskan telah mengucurkan sekitar Rp 200 miliar untuk pembangunan di Natuna.

Pembangunan tahap I dimulai sejak akhir 2014 sampai 2016 meliputi pembangunan dermaga pelabuhan, pengerukan lahan untuk pembangunan pabrik es, pembangunan tempat pelelangan ikan, layanan, peralatan dan bantuan lain sebagainya.

Sejak akhir 2014, 2015, 2016 KKP sudah mengucurkan dana ratusan miliar untuk progres pembangunan pusat perikanan di Natuna.

Ke depannya, pihaknya akan terus melakukan pengembangan pembangunan seperti rusunawa dan lain sebagainya ditargetkan akan selesai pada tahun 2017 ini. Tidak hanya itu, tahun 2017 juga pihaknya akan membangun sekolah SPDN.

Pihaknya menegaskan, seluruh rencana program ini akan segera terealisasi dalam kurun waktu dua tahun yakni 2016 sampai 2017.

KKP menjadikan Selat Lampa sebagai pusat perikanan terpadu dan ada juga program nelayan budidaya di daerah Pulau Tiga dan Sedanau.

Dalam mengembangkan potensi kelautan dan perikanan, ada empat fokus KKP. (mas/ais/cr25)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here