Uang Negara Dikembalikan, Sel Tetap Menanti

0
951
Uang korupsi: Rp 595 juta uang hasil korupsi yang dikembalikan tersangka beberapa hari lalu. f-raymon/tanjungpinang pos

Kasus Gratifikasi Giro dan Deposito Jangka Pendek Pemkab Anambas

Mengembalikan uang hasil dugaan korupsi ke negara bukan berarti kasusnya dihentikan. Bagi tersangkanya, sel masih tetap menanti.

Tanjungpinang – NAMUN, setidaknya sudah ada niat baik tersangka untuk mengembalikan uang yang dikorupsinya. Inilah yang dialami tiga tersangka Kasus Dugaan Korupsi Penyimpanan Giro dan Deposito Jangka Pendek APBD 2011 dan 2012 di Bank Syariah Mandiri (BSM) Tanjungpinang.

Kasus ini ditangani Kejati Kepri dan tiga tersangka yang sudah ditetapkan yakni, Mantan Bupati Anambas Tengku Mukhtarudin, mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Pemkab Anambas Ipan dan mantan Kepala cabang Bank Syariah Mandiri (BSM) Tanjungpinang, Khoirul Rijal.

Atas deposit yang disimpan di bank tersebut, mantan Bupati Anambas menerima imbalan berupa mobil. Namun, di pemberi dan si penerima tetap jadi tersangka.

Sejak kasus ini disidik kejaksaan, ketiganya sudah mengembalikan uang kerugian negara sekitar Rp 1,043 miliar dari total kerugian negara sekitar Rp 1,2 miliar.

Baca Juga :  Urus Izin Tak Boleh lebih Satu Jam

Meski sudah mengembalikan uang negara namun proses hukum bagi ketiga tersangka tetap dilanjutkan oleh pihak Kejati. Penyelidikan dalam kasus ini pun terus gencar dilakukan pihak penyidik.

Layangan surat panggilan kepada ketiganya pun sudah disampaikan kepada para tersangka pascapenetapan tersangka oleh pihak Kejati.

Dalam penyelidikan kasus ini, Tengku Mukhtarudin telah memenuhi panggilan pihak penyidik sebanyak dua kali.

Selain diperiksa oleh penyidik, Tengku Mukhtarudin juga mengembalikan uang kerugian negara. Selain Tengku Mukhtarudin kedua tersangka lainya juga turut diperiksa dan mengembalikan uang kerugian negara.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Kepri,Wiwin Iskandar menyebutkan, kasus ini masih tetap lanjut karena pengembalian uang yang dikorupsi tak bisa menjadi alasan lolos dari hukuman pidana.

”Meski uang sudah dikembalikan, proses hukum tetap lanjut,” katanya kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (8/3).

Baca Juga :  Tim Takraw Kepri Target Lima Besar Nasional

”Prinsip kita dalam penanganan dugaan kasus korupsi adalah bagaimana untuk mengembalikan seluruh kerugian negara dari para tersangka yang sudah kita tetapkan,” jelasnya.

Dalam kasus ini, lanjut Wiwin, penyitaan uang kerugian negara dari tiga tersangka yang sudah ditetapkan sebelumnya mencapai sekitar 90 persen dari Rp 1,2 miliar yang disangkakan.

”Kita akan upayakan pencapaian pengembalian kerugian negara dari ketiga tersangka dalam kasus ini 100 persen,” ujarnya.

Setelah ditetapkan tersangka, ketiganya sampai saat ini belum ditahan.

Sebelumnya, Kejati menetapkan tiga orang ditetapkan sebagai tersangka sebagai pemberi dan penerima mobil dan motor atas apresiasi penyimpanan deposito dan dana giro APBD Anambas senilai Rp 130 miliar tahun 2011-2012.

Mobil serta motor tersebut tidak dicatat sebagai aset negara, tetapi digunakan untuk kepentingan sendiri. Atas penerimaan dan penjualan dua mobil dan motor yang dilakukan tersangka pemberi dan penerima negara telah dirugikan Rp 1,2 miliar.

Baca Juga :  Ormas Ucapkan Selamat kepada Jokowi-Ma'ruf

Ketiganya dijerat dengan pasal 2 Jo pasal 3 Jo pasal 11, Pasal 5 Jo Pasal 13 UU nomor 31 atahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tengku Mukhtarudin mengembalikan uang kerugian negara Rp 200 juta kepada tim penyidik Kejati Kepri, Selasa (7/3).

Pengembalian uang negara Rp 200 juta tersebut merupakan tambahan dari pengembalian yang sudah dilakukan sebelumnya sebesar Rp 595.657.500 termasuk Rp 40 juta yang diterima pihaknya beberapa hari lalu dari Tengku Mukhtaruddin dan Khoirul Rijal yang dikembalikan, tanggal 2 Maret.

Di samping Tengku Mukhtarudin, Kejati juga sudah menerima pengembalian uang kerugian negara dari tersangka Ipan sebesar Rp 208 juta.(Raymon)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here