Uang Sertifikasi Dipertanyakan

0
876
WAKIL Gubernur Kepri H Isdianto menerima kedatangan ratusan guru PNS SMA/SMK/SLB se-Kepri di Kantor Gubernur Kepri di Dompak, Senin (11/3).F-suhardi/tanjungpinang pos

Ratusan Guru Datangi Kantor Gubernur

Ratusan guru PNS SMA/SMK/SLB di Kepri mendatangi Kantor Gubernur Kepri di Dompak, Senin (11/3) untuk mempertanyakan hak-hak mereka yang belum dibayar.

DOMPAK – ADAPUN tuntutan mereka agar tunjangan profesi (sertifikasi) Triwulan IV 2018 (Oktober-Desember) bagi 500 guru yang belum kebagian agar segera dicairkan.

Anggaran itu merupakan APBN dan sudah ditransfer ke rekening daerah. Totalnya sekitar Rp5,7 miliar. Para guru mempertanyakan kenapa sampai saat ini belum juga dicairkan. Apa masalahnya?

Para guru mengatakan, data-data mereka valid dan sudah memenuhi syarat untuk menerima tunjangan profesi tersebut. Namun, kenapa uang itu harus ditahan.

Terkait tunjangan profesi ini, Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Kepri HM Dali mengatakan, anggaran sisa tunjangan profesi itu sudah ada di kas daerah (Kasda).

Hanya saja, untuk pencairannya masih menunggu Surat Pencairan Tunjangan Profesi Guru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

”Kalau ini saya jamin akan dibayarkan. Lima atau enam hari lagi suratnya akan turun. Inilah dasar kita untuk membayarnya,” ujar Dali menanggapi hal ini.

Anehnya, uang profesi tersebut bisa cair dan ditransfer ke kas daerah lantaran dokumennya sudah lengkap. Artinya, data penerima tunjangan profesi ini sudah valid. Sehingga bisa ditransfer ke kas daerah. Tapi, kenapa tidak dibayarkan.

”Harusnya, Desember lalu itu dibayar. Karena pembayarannya per triwulan. Kemana uang itu? ujar salah satu guru sambil bertanya penuh curiga.

Selain menuntut tunjangan profesi, para guru juga menuntut kenapa gaji 13 dan gaji-14 tahun 2018 untuk guru PNS tidak cair. Sementara, PNS pemprov sudah menerimanya.

Guru mempertanyakan, yang mendapatkan itu adalah PNS. Dalam hal ini, kenapa dibedakan guru dan PNS Pemprov.

Dali mengatakan, terkait hal ini, Permendagri menyebutkan, gaji 13 dan 14 ini bisa diberikan kepada PNS tergantung kekampuan keuangan anggaran daerah.

”Enam hari setelah menjabat, saya sudah ajukan penambahan untuk itu. Suratnya saya serahkan ke pak sekda. Kemudian pak sekda menyurati pihak kementerian,” jelas Dali.

Sebenarnya, masih ada beberapa yang dipertanyakan para guru seperti tambahan penghasilan guru (Tamsil) tahun 2018 sebesar Rp309 juta. Jumlah dana Tamsil yang tersedia untuk tahun 2018 akan disalurkan untuk pembayaran Januari-Februari sebesar Rp280,5 juta untuk guru SMA/SMK/SLB.

Baca Juga :  Kapal RoRo Terbakar, 10 Pekerja Luka-luka

Kemudian ada juga sisa dana tambahan penghasilan (para guru menyebutnya tunjangan SBY) sebesar Rp28,5 juta dan kebutuhan dana pada bulan Maret-Desember sebesar Rp1,4 miliar untuk 561 guru.

Untuk tunjangan khusus, ada alkasi dana DAK non fisik tunjangan khusus tahun 2018 sebesar Rp0. Kebutuhan anggaran tunjangan khusus sebesar Rp206 juta untuk 7 Guru Garis Depan (GGD) tahun 2019 akan dibayarkan tahun 2019. Kedatangan perwakilan guru SMA/SMK dan SLB Negeri ini ke Dompak karena ingin bertemu langsung dengan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun. Selama ini mereka sudah beberapa kali ke Dinas Pendidikan dan bertemu HM Dali, tapi belum ada solusinya menurut mereka. Untuk itu, harus bertemu gubernur.

Koordinator aksi perwakilan Kota Batam Diah Wahyuningksih menuturkan, aksi mereka tersebut murni suara hati para guru ASN yang selama ini hak-hak mereka tidak ditunaikan Pemprov Kepri dalam hal ini Dinas Pendidikan Kepri.

Adapun hak yang mereka perjuangkan, menurut Diah, diantaranya tunjangan kerja daerah untuk Gaji ke-13 dan dan 14 tahun 2018. Tunjangan kinerja daerah untuk bulan Januari sampai Maret 2019, serta tunjangan profesi triwulan ke 4.

”Kami datang ke sini, hanya ingin bertemu Bapak Gubernur, mempertanyakan hak-hak kami,” ujar Diah saat berdialog dengan Kadis Pendidikan Kepri M Dali di halaman Kantor Gubernur Pulau Dompak.

Sebagai pendidik, Diah menyampaikan aksi yang mereka lakukan pagi itu sudah pernah ada upaya dialog dengan kepala daerah sampai Kadisdik. Namun upaya yang dijanjikan itu, sampai saat ini tidak terealisasi.

”Hari ini, kami minta kejelasan, jangan di hambat, apalagi kami saling berbenturan. Kami hanya minta kepastikan,” sebutnya. Tak hanya Diah, bahkan dialog semakin alot ketika Diah dan beberapa Koordinator lainnya dihadapkan dengan Kadisdik Kepri M Dali.

Dali yang juga mantan Kepala Sekolah dan mantan Kabid SMK di Disdik Kepri itu menyampaikan bahwa niat ingin bertemu Gubernur tidak bisa dilakukan saat itu, karene Gubernur sedang berada di luar Kepri.

”Gubernur saat ini tengah di luar Kota. Ikut acara resmi dengan Kementerian di Jakarta, Pak Gubernur baru saja menghubungi Wakil Gubernur, kalau pertemuan dilakukan besok (Selasa, red) usai dirinya balik dari luar daerah,” jelas Dali.

Baca Juga :  Tak Ada Surat Jalan, Tanker Diamankan

Belum selesai M Dali memaparkan, pembicaannya, beberapa guru lainnya menimpal bahwa, akan tetap menunggu Gubernur, ataupun paling tidak mereka bisa berkomunikasi dengan Wakil Gubernur H Isdianto.

Wagub Kepri H Isdianto yang ketika itu ada pertemuan terbatas di lantai 4, langsung turun menemui ratusan guru yang memilih berdiri dan berpanas-panasan di halaman kantor Gubernur.

Seketika, setelah berhasil bertemu Wagub, para guru yang tergabung dalam aksi yang mengatas namakan Forum Guru Kepri itu, tenang sambil menyanyikan lagu nasional Bagi mu Negeri, bahkan beberapa ada yang tampak spontan menangis sambil menyalami Wagub Isdianto.

”Alhamdulillah, terimakasih Bapak. Hidup Pak Isdianto,” sorak ratusan guru lainnya.

Namun, dialog yang singkat dengan Isdianto tidak membuahkan keputusan kalau hak-hak mereka akan diwujudukan saat itu. Isdianto pun menyampaikan, bahwa apapun keputusannya dirinya, pun harus menunggu perintah Gubernur Nurdin Basirun.

”Saya sudah menghubungi Bapak Gubernur, dan besok, Pak Gubernur berjanji akan bertemu dengan kita semua, pukul 08.00 pagi,” jelas Isdianto saat mengadakan pertemuan dengan para guru di Aula Kantor gubernur.

Namun apa yang disampaikan Isdianto itu, sempat ditolak para guru yang ikut dalam aksi tersebut. ”Pak kalau kami harus menunggu besok, tentu masalah baru lagi yang timbul. Bapak tahu gak, kami ke sini, di absen alpa, kepala sekolah menahan kami untuk tidak melakukan aksi hari ini,” timpal guru lainnya.

Mendengar hal itu, Isdianto sepontan meminta kepada Kadisdik Kepri M Dali, agar pertemuan besok dengan Gubernur, dirinya dan jajaran pimpinan DPRD, seluruh guru yang ikut aksi hari ini diizinkan.

”Saya minta besok guru yang ikut pertemuan besok dengan Gubernur tidak dibuat sulit, ini saya sampaikan langsung dengan kepala Disdiknya,” jelas Isdianto.

Hari Ini Dibahas dengan Gubernur
Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kepri M. Dali menerima aspirasi ratusan guru berstatus ASN di Aula Wan Seri Beni, kantor Gubernur Dompak, Tanjungpinang, Senin (11/3).

Para guru ini mendatangi kantor Gubernur di Dompak untuk menanyakan beberapa hal yang mereka nilai menjadi haknya namun belum mereka dapatkan sampai sekarang. Diantarannya adalah masalah Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) untuk gaji ke 13 dan 14 tahun 2018.

Baca Juga :  Kemendagri Dukung Pembentukan Perpustakaan hingga ke Desa

Kemudian para guru juga menanyakan TKD bulan Januari dan Februari 2019 yang juga belum mereka terima. Selanjutnya Tunjangan Profesi Guru (TPG) triwulan IV tahun 2018 dan beberapa persoalan lain.

Menanggapi tuntutan para guru ini Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto mengatakan jika apapun jawaban yang ia sampaikan pada kesempatan ini bukan merupakan solusi.

Namun dia menjanjikan kepada para guru untuk mencari solusi dalam masalah ini. Salah satu solusinya adalah dengan menjadwalkan pertemuan ulang para guru dengan petinggi Kepri dengan formasi yang lengkap, yakni ada Gubernur, Wakil Gubernur, Sekdaprov Kepri, Kadisdik dan DPRD Kepri.

”Hari ini hanya saya dan Kepala Dinas Pendidikan saja yang menemui bapak dan ibu sekalian. Memang ini bukan merupakan solusi. Namun, tadi didepan Kepala Dinas Pendidikan saya berkomunikasi dengan pak Gubernur, dan alhamdulillah beliau bersedia menemui bapak dan ibu sekalian besok (Selasa, 11 Maret 2019-red) dengan formasi lengkap,” kata Isdianto.

Hanya saja, Isdianto meminta agar pertemuan besok tidak semua guru yang hadir pada kesempatan ini hadir lagi. Melainkan cukup perwakilannya saja yang bisa mewakili semuanya.

”Silahkan tunjuk 20 atau 30 orang saja untuk pertemuan besok sehingga yang lain bisa tetap mengajar di sekolah karena tenaga bapak dan ibu sekalian dibutuhkan. Insya Allah besok ada solusinya karena ada Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda, Kadisdik dan Dewan Kepri. Sekali lagi saya tegaskan, saya berani menjamin jika besok akan ada solusi masalah ini,” tegas Isdianto lagi.

Usai menemui para guru, Wakil Gubernur juga mengatakan hal yang sama kepada para wartawan yang hadir pada kesempatan ini. Yakni akan melanjutkan pertemuan besok bersama Gubernur dan DPRD.

”Tentu besok jawaban yang pas baru kita bisa sampaikan. Karena kita juga harus bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. Mereka menuntut tunjangan dan sebagainya. Kita terima keluhan mereka,” jelasnya.(MARTUNAS – SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here