Usai Rapat, Pemko Batam Melunak

0
751
TEMUI PENDEMO : Gubernur Kepri H Nurdin Basirun didampingi Wako Batam Rudi menemui pendemo di Batamcenter, Senin (17/4). f-martua/tanjungpinang pos

Prokontra Kenaikan Tarif PLN Batam

BATAM – Meski masyarakat Kota Batam hanya memberikan toleransi kenaikan tarif PLN di bawah 10 persen, namun Pemko Batam yang awalnya mendukung masyarakat, kini mulai melunak ke PLN.

Wali Kota Batam, HM Rudi menyebutkan Pemko Batam mendukung kenaikan tarif listrik karena pertimbangan biaya produksi PLN Batam. Namun, Rudi menegaskan ia tidak setuju kenaikan tarif hingga 45 persen karena kondisi perekonomian masyarakat Batam saat ini.

Ia menyebut PLN diminta tidak menargetkan keuntungan hingga 2 persen lebih. Tidak disebutkan tolak ukur keuntungan 2 persen lebih itu dari mana, sementara PLN sendiri selama ini belum memaparkan bukti bukti kalau mereka merugi. Sementara audit BPKP tentang keuangan PLN juga belum ada.

Baca Juga :  BPJS: Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan

Wali Kota Batam pada Senin (1/5) menyebut Pemko tetap memberikan dukungan untuk PLN Batam. Menurutnya dalam dua kali rapat, mereka tidak menolak kenaikan tarif yang diterapkan PLN.

”Namun besaran kenaikan itu yang dianggap terlalu tinggi. Kalau kenaikan 45 persen, dampaknya besar. Beban masyarakat makin berat. Berdampak ke upah buruh juga dampaknya nanti,” kata Rudi.

Menurutnya, Pemko Batam sudah minta PLN mengkaji ulang besaran kenaikan bersama Pemprov Kepri.

”Kemarin kita minta kaji ulang betul. PLN tak boleh rugi, tapi tak boleh untung banyak. Meskipun dari data termurah se-Indonesia. Tapi kita ingin angkanya kita lihat dari hasil kajiannya,” katanya.

Baca Juga :  Arman Pimpin LPM Sungai Harapan

Rudi mengaku, meski ia mendukung PLN harus tetap untung, namun keuntungan dimaksud tidak dengan memberikan beban yang berat untuk masyarakat. Berapa keuntungan ditargetkan, berapa biaya perkiraan biaya operasional juga harus dibeberkan, sehingga tidak menimbulkan gejolak.

”Tapi kalau naiknya 45 persen, terlalu tinggi. Masyarakat harus diperhatikan, jangan menjerit,” imbaunya lagi.

Diperkirakan dan Rudi optimis, tarif listrik Batam akan turun setelah evaluasi yang dilakukan Gubernur Kepri. Terlebih Direktur PLN Batam, Dadang disebut Rudi, tidak mengetahui besaran kenaikan tarif (sebelum keluar Pergub).

Baca Juga :  Pegawai BP Khawatir Dipindah ke Pemko

”Pak Dadang tak tahu besaran kenaikan 45 persen. Kalau Dirut belum tahu, kacau balau. Makanya saya yakin, pak Gubernur akan menerima aspirasi kita,” harapnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here