Usut Tuntas Pemalsuan Surat Tanah di Pulau Dompak

0
1304
SENGKETA LAHAN: Anggelinus Direktur PT. Kemayan Bintan saat menjadi saksi sidang pemalsuan dua hektare lahan di Pulau Dompak di Pengadilan Nengeri Tanjungpinang, Senin (8/5). F-Raymon/tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Saksi korban Anggelinus selaku Direktur PT. Kemayan Bintan meminta kepada majelis hakim untuk mengusut tuntas kasus perkara pemalsuan surat tanah dengan terdakwa Amir (56). Hal ini disampaikan oleh saksi pada saat persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (8/5).

Di dalam persidangan Anggelinus mengatakan, pada saat itu perusahannya membeli lahan kosong seluas dua hektare dikawasan Dompak, Tanjungpinang. Pemilih tanah yang sebelumnya yang bernama Sukiran Kuncoro. Namun tiba-tiba ada seseorang yang bernama Pipin Bintan Sari yang mengkleim lahan tersebut.

”Tiba-tiba Pipin mengkleim tanah milik perusahan kami dengan luas 2 hektare itu miliknya dengan ditunjukan bukti surat hak milik,” ungkap Anggelinus saat memberikan keterangan dihadapan majelis hakim.

Saat Pipin mengklaim selajutnya dia mengajak pihak perusahaannya untuk mengecek ke lahan tersebut.Kemudian perusaahan dan saksi turun dengan memerintahkan stafnya melakukan pengecekan tersebut.

”Mengetahui ada tumpang tindih kepemilikan tanah dan kita laporkan ke polisi dugaan pemalsuan surat tanah itu,” sebutnya.

Baca Juga :  Suasana Haru Sambut 213 Jemaah Haji

Terkait dengan kasus ini, Anggelinus mengharapkan kepada hakim untuk mengusut tuntas kasus ini, karena banyak pihak yang dirugikan akibat banyaknya tumpang tindih kepemilikan surat tanah ini.

”Siapapun yang mengeluarkan sertifikat harus bertanggungjawab dan diusut tuntas oleh penegak hukum,” ucapnya.

Mendengar keterangan saksi, Ketua Majelis Hakim Jhonson Sirait serta didampingi oleh Majelis Hakim Anggota Iriati Khoirul Ummah dan Corpioner menunda persidangan selama satu pekan dengan agenda memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan saksi selanjutnya dalam perkara ini.

Sebelumnya saksi Aji Tanjung yang menjadi saksi dalam perkara pemalsuan surat tanah dengan terdakwa Amir (56) mengaku membeli blanko sertifikat tanah sebanyak 53 lembar dengan harga Rp 63 juta dari Pegawai Tidak Tetap (PTT) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tanjungpinang.

Dalam persidangan awalnya saksi ini, memberikan keterangan secara berbelit-belit dan tidak mengatakan secara terus terang. Namun pada saat hakim mengancam saksi tersebut, bahwa saksi bisa dikenakan pasal pemberian keterangan palsu dan diancam akan termakan oleh sumpahnya akhirnya saksi lumpuh juga.

Baca Juga :  KNRP Tawarkan Program Sister City

Terdakwa Aji Tanjung mengatakan, bahwa dirinya hanya disuruh oleh Heri (Almarhum) untuk membeli blangko sertifikat ke Hardiansyah PTT BPN Tanjungpinang sebanyak 53 lembar, dengan harga Rp 63 Juta. Dimana uang itu diperoleh dari Heri.

Dalam dakwaan Jaksa Penutut Umum bahwa terdakwa pada tahun 2008 menghubungi saksi Tek Ling Akeng, bahwa terdakwa akan menawarkan kavling milik warga kampung lama lama atas nama Jakfar, Limat, M.Nasir H. Meil dan milik terdakwa sendiri.

Dan terdakwa Amir menyanggupi untuk segala sesuatunya yang terkait dengan urusan tanah tersebut dan terdakwa yang mengurus berikut ganti rugi tanahnya jika berminat.

Mendengar itu, akhirnya Tek Ling Akeng mau, tetapi terdakwa sekitar bulan Oktober 2013 Saksi dihubungi oleh terdakwa ,bahwa tanah yang dibelinya tersebut bisa di terbitkan sertifikat dengan biaya pengurusan sertifikat tersebut sebesar Rp 10 juta tetapi sertifikat itu tidak kunjung selesai.

Baca Juga :  Wako Perjuangkan Dua Jembatan

Selanjutnya terdakwa untuk mengurus surat tanah itu mengurusnya dengan dibantu oleh Saksi Aji Tanjung dan Almarhum Erianto Marjan Alias, Eri Gondrong, saat mengurus sertipikat tersebut Alamrhum Erianto Marjan.

Mereka sudah bilang bahwa nanti yang tanda tangan dalam sertifikat adalah orang yang sudah tidak menjabat lagi dengan menggunakan nama Drs, Surya Dianus yang sudah pensiun Jabatan Kepala Kantor Pertanahaan Kota Tanjungpinang.

Bahwa kemudian sekitar awal Januari 2014 terdakwa Amir menyerahkan 3 buah sertifikat tanah hak milik nomor.

BK 427913 atas nama terdakwa sendiri yang akan di jualnya nomor BK427580 atas nama Hermawan Tanuwidjadja, dan nomor BK427581 Hermawan Tanuwidjadja kepada saksi Tek Ling.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here