Wabup Tinjau Progres Irigasi Tapau

0
728
WAKIL Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti saat tinjau proyek irigasi di Bendungan Tapau dan berdialog dengan seorang pekerja.F-ISTIMEWA

NATUNA – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti melakukan kunjungan kerja ke lokasi proyek pembangunan saluran Irigasi Bendung Tapau, Jumat (27/7) kemarin. Pada kunjungan itu, Ngesti langsung melihat proyek tersebut yang akan dimafaatkan untuk pengairan sawah ke depannya.

Ia berharap, pembangunan saluran primer tersebut mampu membuka peluang sektor pertanian melalui pembukaan lahan persawahan di Natuna. Dalam lawatannya, Wabup Ngesti didampingi PPK Irigasi dan Rawa BWS Sumatera IV, Eris dan Dinas PUPR Natuna, Herman.

Setibanya di lokasi Bendung Tapau, Ngesti langsung menuju lokasi utama penimbunan saluran primer yang dikerjakan oleh PT Benteng Indo Raya (BIR). Selanjutnya, Wabup Ngesti dan rombongan juga diajak meninjau lokasi pemasangan beton saluran primer yang dilaksanakan oleh PT Bahana Krida Nusantara (BKN).

Baca Juga :  Status Kasus Proyek Pasar Miring Ditingkatkan

Di lokasi, mantan istri Bupati Natuna Periode 2004-2009 Daeng Rusnadi itu langsung disambut para pekerja. Mereka adalah masyarakat lokal, yang turut ambil bagian dalam pekerjaan pemasangan beton.

Kepada pekerja, Ngesti juga menanyakan kelancaran pekerjaan mulai dari pasokan material sampai dengan pembayaran gaji karyawan. Setelah berbincang dengan pekerja, Wabub Ngesti bersama para pelaksana proyek meninjau percetakan beton saluran milik PT BKN.

Ia langsung meninjau cara perakitan besi hingga pengecoran. ”Jangan lupa pakai safety saat bekerja, utamakan keselamatan kerja. Kalau ada keluhan seputar pekerjaan sampaikan saja. Mumpung disini ada PPK-nya,” ucap Ngesti.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Harga Sembako Stabil

Dijelaskan Ngesti, kunjungan kali ini dirinya sangat menekankan terhadap mutu dan kualitas pekerjaan saluran irigasi. Menurutnya, proyek tersebut bukan untuk jangka pendek tetapi untuk jangka panjang.

”Ada dua paket pekerjaan, sisi kiri dan sisi kanan. Untuk sisi kiri hanya pekerjaan peningkatan saluran irigasi. Nah, yang sisi kanan ini yang harus dipantau karena membangun dari awal,” jelasnya Ngesti.

Lebih lanjut, Ngesti menyebutkan pembangunan sisi kanan nantinya akan mengairi lahan persawahan seluas 1.204 hektar. Meskipun belum berbentuk lahan persawahan, ke depan potensi lahan tersebut harus bisa tergarap maksimal. (hrd)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here