Wako Ajukan Rp2,8 Triliun RAPBD 2019

0
383
M Rudi

Wali Kota Batam HM Rudi mengajukan proyeksi atau rencana APBD tahun 2019 sebesar Rp2,8 triliun. Penerimaan pendapatan dan pembiayaan APBD Batam tahun 2019 itu, naik sebesar Rp268 miliar atau 0,45 persen dibandingkan dengan APBD 2018.

BATAM – Hal itu disampaikan HM Rudi, Rabu (14/11), pada rapat paripurna DPRD yang dipimpin Ketua DPRD Batam Nuryanto. Pada kesempatan itu, Rudi menjelaskan, pendapatan APBD Kota Batam tahun 2019 ditargetkan sebesar Rp2,8 triliun lebih.

”Mengalami peningkatan sebesar Rp314,4 miliar atau naik 12,54 persen, dibandingkan pendapatan APBDP Batam tahun 2018,” katanya.

Rencana penerimaan pendapatan APBD Batam tahun anggaran 2019, dari pendapatan asli daerah (PAD), Rp1,3 triliun. Mengalami peningkatan sebesar Rp115 miliar atau naik 9,35 persen dibandingkan dengan PAD tahun 2018.

Baca Juga :  September, Rudi Pastikan Ganti Direktur BUMD

”Sumber pajak daerah sebesar Rp1 triliun. Retribusi daerah sebesar Rp141 miliar. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp14 miliar dan lain-lain PAD yang sah Rp134 milia,” kata Rudi.

Selain itu, Pemko juga menargetkan pendapatan dari dana perimbangan sebesar Rp1 triliun.

Sumber dana perimbangan di antaranya dari bagi hasil pajak sebesar Rp100, 2 miliar. Bagi hasil bukan pajak/sumber daya alam sebesar Rp127 miliar. Ada juga dari dana alokasi umum (DAU) Rp655, miliar. Sementara dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp26,2 miliar.

”Lain-lain pendapatan yang sah, dianggarkan sebesar Rp323,6 miliar. Itu mengalami peningkatan sebesar Rp20 miliar atau 6.6 persen dibanding APBDP 2018,” imbuhnya.

Baca Juga :  Arus Mudik Didominasi TKI Malaysia

Pendapatan itu diakui diterima dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) sebesar Rp96,7 miliar. Dana bagi hasil pajak dari Propinsi Rp195,3 miliar. Dana insentif daerah (DID) sebesar Rp31 miliar. ”Itu yang akan dimanfaatkan untuk belanja dalam pelaksanaan urusan pemerintahan,” beber Rudi.

Dimana, penganggaran di APBD 2019, Pemko telah mengalokasi anggaran urusan pendidikan minimal sebesar 20 persen. Sementara untuk urusan kesehatan minimal sebesar 10 persen. ”Rencana belanja tahun 2019

Rp2,8 triliun naik Rp 271 miliar atau 10,54 persen, dibanding tahun 2018,” jelasnya.

Sementara untuk belanja tidak langsung, sebesar Rp1 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp87 miliar atau naik 9,46 persen, dibandingkan dengan perubahan APBD tahun Anggaran 2018. Dimana, belanja pegawai sebesar Rp901,3 miliar. Belanja hibah sebesar Rp5,5 miliar. Belanja bantuan sosial sebesar Rp3,3 miliar. Belanja bantuan keuangan sebesar Rp1,7 miliar dan belanja tidak terduga sebesar Rp 55 miliar.

Baca Juga :  BP Batam Bangun Masjid di Lingkungan Kantor

Untuk belanja langsung, dialokasikan sebesar Rp1,8 triliun naik sebesar 11,15 persen. Belanja langsung di antaranya untuk honorarium non PNS yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan kegiatan. Ada juga belanja barang dan jasa untuk membiayai pekerjaan yang bersifat non-fisik dan secara langsung.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here