Wako Dukung Pemprov Bangun Jalan Lingkar

0
1253
Jembatan dompak: Jembatan Dompak yang akan terkoneksi dengan program proyek Gurindam 12 yang mulai dianggarkan 2018. f-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah sangat mendukung upaya pemprov Kepri untuk membuat proyek Gurindam 12 yang salah satunya pembangunan jalan lingkar di Kota Tanjungpinang. Rencana pembangunan mega proyek ini akan dianggarkan selama tiga tahun oleh Pemprov Kepri dan dimulai dari APBD murni 2018. Total anggarannya Rp 530 miliar.

”Program itu perlu sama-sama kita dukung. Siapa yang tidak mendukung program Pemprov, itu luar biasa. Semua ini untuk memajukan Ibu Kota Provinsi Kepri,” kata Lis kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (22/11).

Lis mengatakan, pembangunan jalan lingkar, salah satu program lanjutan peninggalan almarhum Gubernur Provinsi Kepri, HM Sani. ”Karena saya pernah diajak bicara pada saat almarhum Pak Sani menjabat sebagai Gubernur,” ucap dia.

Meskipun mendukung, sampai detik ini, dirinya belum menerima berupa gambar pembangunan jalan lingkar yang direncanakan oleh Pemprov Kepri. Kemudian, ia juga belum pernah diajak duduk bersama oleh Gubernur Provinsi Kepri membahas terkait akan dibangun jalan lingkar di Kota Tanjungpinang.

”Saya masih menunggu proses perencanaan dari Pak Gubernur. Saya minta soft copy-nya pembangunan jalan lingkar tersebut,” ucap dia.

Semoga Harapannya, ia menerima soft kopy perencanaan jalan lingkar di akhir November 2017 ini. Agar dirinya bisa langsung membahas jalan lingkar di internal Pemko Tanjungpinang. Supaya pembangunan jalan lingkar bisa berjalan lancar, dan tidak memiliki hambatan satu pun. Karena jalan lingkar dibangun, untuk mengantisipasi jangka panjang arus lalu lintas kedepannya bakal padat alias macet.

”Intinya, programnya kita mendukung dulu. Detailnya seperti apa, nanti dulu,” sebut dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provisi Kepri Husnizar Hood, mengakui adanya penolakan beberapa fraksi terkait yang rencana pembangunan multiyears Gurindam 12 itu. proyeknya terdiri dari jalan lingkar mulai Pantai Impian, Batu Hitam, Teluk Keriting, Tugu Pinsil, Tepi laut, Taman Gedung Gonggong, Pelabuhan Sribintan Pura, Pulau Penyengat, Pelantar 1 dan II, sampai dengan Pinang Marina.

”Saya juga menolak proyek itu, karena saya merasa tidak pernah menandatangani pembangunan mega proyek tersebut,” kata Husnizar Hood, kemarin. Ia juga heran, kenapa tiba-tiba muncul mega proyek yang akan dibangun di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Menurutnya, hal itu belum pernah dibahas di dewan.

”Mungkin saya saat tidak di kantor bahas soal proyek itu, karena beberapa hari saya sedang berduka, orang tua saya meninggal dunia,” bebernya. (dri/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here