Warga Dilatih Siaga dan Tanggap Bencana

0
431
Hj Noor Lizah Nurdin menyerahkan bantuan alat masak di Bulang, Minggu (13/5). F-istimewa/humas pemprov kepri

BATAM – Bunda Tagana Kepri, Hj Noor Lizah Nurdin Basirun mengajak seluruh komponen masyarakat untuk saling bahu membahu, bekerjasama, bersinergi dan tanggap dalam menghadapi bencana terjadi.

Keberadaan Kampung Siaga Bencana (KSB) merupakan salah satu program unggulan Kementerian Sosial RI yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari kerentanan bencana.

”Harapannya kepada masyarakat untuk lebih sigap dalam menghadapi setiap bencana yang terjadi sehingga bisa mengurangi risiko,” kata Hj Noor Lizah Nurdin Basirun saat penutupan Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Penanggulangan Bencana di Kampung Tua Setokok Kecamatan Bulang Kota Batam, Minggu (13/5).

Baca Juga :  Taspen Layani 7.700 Pensiunan PNS se-Kepri

Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat dalam pelaksanaan penanggulangan bencana atau Community Based Disasters Management yang dikombinasikan dengan nilai-nilai kearifan lokal daerah setempat.

Menurut Noor Lizah, tujuan utama dibentuknya KSB adalah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Noor Lizah menambahkan, dalam penanggulangan bencana terdapat tiga hal pokok yang perlu diperhatikan yaitu, one rule, one commans dan one corps.

One Rule, bermakna satu aturan bahwa dalam penanggulangan bencana acuan yang digunakan sama. One Command bermakna satu perintah atau menggunakan manajemen yang jelas dengan pola kepemimpinan terarah dan One Corps bermakna siapapun yang terlibat dalam penanggulangan bencana dan berasal dari berbagai elemen masyarakat harus memiliki satu jiwa korps dalam kebersamaan.

Baca Juga :  Futsal Piala Ketua DPRD Kepri Resmi Dimulai

”Agar nilai-nilai kearifan lokal yang telah tumbuh di tengah masyarakat dan merupakan warisan leluhur untuk selalu dijaga dan diselaraskan dengan kegiatan KSB,” kata Noor Lizah. Pengukuhan KSB dilakukan Wawako Batam H Amsakar Ahmad. Ia menjadi inspektur upacara dalam penutupan apel kegiatan KSB. Serta menyaksikan simulasi Kampung Siaga Bencana.

Kabid Linjamsos Provinsi Kepri Hj. Hanizar menyebutkan, maksud kegiatan ini untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari risiko dan ancaman bencana dengan cara menyelenggarakan kegiatan yang berbasis masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada lingkungan setempat.

Baca Juga :  PLN Siapkan Daya untuk Ratusan Desa

Peserta Pembentukan KSB 2018 dibagi menjadi beberapa kegiatan, yakni, penyuluhan KSB dengan peserta 100 orang yang berasal dari Kelurahan Setokok, Teluk Air, Pulau Akar, Pulau Panjang, Pulau Buluh. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here