Warga Masih Memburu Emas

0
678
Salah satu pegawai toko emas sedang merapikan perhiasan emas yang akan dijualnya kepada masyarakat.f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Meskipun perekonomian sedang stagnan, namun masyarakat Tanjungpinang tetap memburu perhiasan emas. Sebagian warga menganggap perhiasan emas sudah menjadi sebuah kebutuhan. Selain untuk fashion atau gaya, perhiasan emas bisa dijadikan investasi masa depan.

Jimi, pegawai Toko emas Sumbar Indah salah satu toko yang menjual berbagai jenis perhiasan emas berada di Komplek Bintancentre (Bincen), mengatakan penjualan emas tergolong baik, walaupun ekonomi lagi stagnan atau belum stabil.

Lanjutnya, perhiasan emas yang dijualnya, dari jenis gelang tangan, kalung, cincing, gelang kaki dan anting-anting.

Baca Juga :  Sambil Senam, Polres Sosialisasi Saber Pungli

Saat ini, perhiasan emas model sepasang sudah mulai diminati masyarakat. Perhiasan emas yang model sepasang yang sering dibeli oleh pembeli, gelang tangan dan cincin. Motifnya, gelang tangan dan cincin sama. Jadi, masyarakat menyebutnya emas sepasang. Bukan hanya emas untuk pertunangan atau perkawinan.

”Ada juga yang suka beli sepasang perhiasan emas jenis gelang dan kalung,” kata Jimi, salah satu karyawan Toko Sumbar Indah kepada Tanjungpinang Pos, Senin (17/9).

Menurutnya, kebanyakan model sepasang perhiasan emas yang memiliki kadar emas 22 karat. Baik itu perhiasan emas gelang tangan, gelang kaki, kalung, cincin dan anting-anting.

Baca Juga :  Sampah di Jalan Radar Menumpuk

Perhiasan emas yang memiliki kadar 23 karat dan 24 karat, ada juga modelnya. Cuman, tidak begitu banyak dibandingkan dengan perhiasan emas memiliki kadar emas 22 karat.

Sambung Jimi, harga perhiasan emas model sepasang bervariasi. Pasalnya, setiap perhiasan emas memiliki berat yang berbeda. ”Sekarang harga emas kisaran Rp568 ribu per gram,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here