Warga Tolak Klaim Lahan di Pulau

0
359
WARGA di Desa Buluh Patah, Moro, Karimun protes di Kantor Desa terkait pengakuan kepemilikan lahan oleh pengusaha pada Sabtu (10/11). f-istimewa

Masyarakat di Desa Buluh Patah, Kecamatan Moro, Karimun mengaku keberatan atas klaim penguasaan lahan di empat pulau oleh seorang pengusaha. Buntutnya, Sabtu (10/11)
masyarakat datang membawa kertas bertuliskan tuntutan dan menyatakan menyegel pulau tersebut di kantor desa.

KARIMUN – ”Persoalan ini sudah diketahui oleh pihak Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau. Untuk itu, telah diatur waktu membuat pertemuan dengan masyarakat membahas tentang pengusaan 4 pulau di Desa Buluh Patah. Namun, pertemuan yang dijadwalkan itu batal dilakukan. Menyarankan pertemuan itu berlangsung di Batam,” kata Ketua BPD Desa Buluh Patah, Moro, Hamdani, Sabtu (10/11).

Ia menegaskan, mereka menolak penguasaan lahan tersebut. Bahkan, meminta Pemerintah mengevaluasi pemberian hak penguasaan lahan kepada pengusaha.

Karena, tanah di pulau adalah tanah ulayat milik masyarakat kemudian dinas terkait segera menjelaskan persoalan ini pada masyarakat.

”Menyikapi persoalan yang dihadapi masyarakat, jika benar adanya. Masyarakat dapat membahas ini, dengan Pemerintah Kabupaten Karimun serta DPRD Karimun. Untuk dibahas bersama mencari solusi terbaik,” kata Pemerhati Kinerja Aparatur Daerah, Karimun, Atan.

Ia menyarankan, pemerintah sebelum memberikan izin kepada perusahaan atau pengusaha.

Membuka usaha di Pulau, sebaiknya mensosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat setempat atau masyarakat yang pernah bermukim atau berladang di pulau tersebut. Sehingga, tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari.

Pengusaha pemilik izin, setelah mendapat izin langsung membuka usaha sebagaimana yang disampaikan kepada pemerintah ketika akan mengurus seluruh persyaratan pembukaan perusahaan.

”Sehingga, masyarakat dapat langsung merasakan dampak positif atas kehadiran perusahaan di dekat masyarakat,” saran Atan. (ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here