Warga Vietnam Cuma Didenda Rp300 Juta

0
705
Warga Vietnam disidang di PN Tanjungpinang, kemarin.f-raymon/tanjungpinang pos

Sindikat Penjarah Ikan di Perairan Kepri

TANJUNGPINANG – Empat Anak Buah Kapal (ABK) dan nakhoda kapal motor BV 5480TS warga negara Vietnam, di hukum denda Rp 300 juta. Mereka mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (5/7).

Mereka ditangkap karena melakukan penangkapan ikan dilaut Natuna Utara secara ilegal. Dalam persidangan keempat terdakwa yakni Tran Anh Tuan yang merupakan nakhoda, Tran Van Thai, Nguyen Tai Loi dan Nguyen Van Hoang dihukum oleh majelis hakim dengan hukuman denda Rp300 juta.

Ketua Majelis Hakim Jhonson Sirait didampingi hakim anggota Ichsan Suwanto dan Agus Susanto mengatakan, para terdakwa dinyatakan bersalah telah melakukan penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia.

Baca Juga :  Dicari: Penabrak Tiang Lampu Merah!

”Para terdakwa dinyatakan bersalah telan melakukan penangkapan ikan tanpa izin,” katanya Kamis (5/7) di Pengadilan negeri Tanjungpinang Kelas I A.

Lanjutnya, melakukan atau turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia melakukan usaha perikanan di bidang penangkapan, pembudidayaan, pengangkutan, pengolahan, dan pemasaran ikan, yang tidak memiliki Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP).

”Menghukum terdakwa dengan hukuman denda sebesar Rp300 juta apabila tidak membayar maka diganti dengan hukuman selama enam bulan,” katanya.

Sebelumnya pada Jumat (15/3) di Laut Natuna Utara Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia para terdakwa melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat penangkap ikan berupa jaring gillnet dan rawai.

Baca Juga :  Dana Gerak Jalan di KONI Jadi Pertanyaan

Jaring diturunkan kemudian dibiarkan hanyut, pada ujung jaring terdapat pelampung sebagai penanda posisi jaring dan pada bagian bawah jaring terdapat timah pemberat sehingga jaring terbentang.

Sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan terdeteksi oleh KP Baladewa – 8002 yang sedang melaksanakan operasi antisipasi gangguan Kamtibmas di wilayah Perairan Kepri, kemudian kapal KP Baladewa – 8002 melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan KM. BV5480TS.

Dari hasil pemeriksaan di atas kapal, diketahui terdakwa tidak memiliki dokumen berupa Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), ditemukan 4 buah alat tangkap jaring Gillnet, tiga basket rawai, 15 unit pancing ulur, hasil tangkapan sekitar 40 kg ikan campuran dan bendera indonesia. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here